Pentingnya Nutrisi pada 1.000 Hari Pertama

33
0
Istimewa. PERIKSA. Mahasiswa UBK sedang memeriksa tinggi dan berat badan anak saat program kuliah kerja nyata (KKN) di Kelurahan Ciakar, Cibeureum Kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu.
Istimewa. PERIKSA. Mahasiswa UBK sedang memeriksa tinggi dan berat badan anak saat program kuliah kerja nyata (KKN) di Kelurahan Ciakar, Cibeureum Kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu.

AGAR terhindar dari dampak buruk stunting, Lina Marlina SST MKeb  mengatakan bahwa anak harus ditangani secara dini melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif pada sasaran 1.000 hari pertama  kehidupan.

Intervensi tersebut antara lain:
Intervensi Gizi Spesifik 
Ini merupakan intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan berkontribusi pada 30% penurunan stunting. Kerangka kegiatan intervensi gizi spesifik umumnya dilakukan pada sektor kesehatan pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak sampai usia 23 bulan yaitu melalui pemberian makanan tambahan pada ibu hamil untuk mengatasi kekurangan energi dan protein kronis, mengatasi kekurangan zat besi dan asam folat, mengatasi kekurangan iodium.

Penting juga menanggulangi kecacingan pada ibu hamil, melindungi ibu hamil dari malaria, mendorong inisiasi menyusui dini pada bayi baru lahir, pemberian ASI Eksklusif, penerusan pemberian ASI hingga usia 23 bulan didampingi oleh pemberian MP-ASI, memberikan imunisasi lengkap, mencegah dan mengobati diare pada balita.

Baca Juga : Anak Demam, Kompres Air Hangat

Intervensi Gizi Sensitif 
Intervensi ini ditujukan melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan seperti penyediaan air bersih, menyediakan dan memastikan akses pada sanitasi, melakukan fortifikasi bahan pangan, menyediakan akses kepada layanan kesehatan dan keluarga berencana (KB), menyediakan jaminan kesehatan nasional (JKN), menyediakan jaminan persalinan universal (jampersal).

Penting juga memberikan pendidikan pengasuhan pada orang tua, memberikan pendidikan anak usia dini universal, memberikan pendidikan gizi masyarakat, memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi, serta gizi pada remaja, menyediakan bantuan bagi keluarga miskin dan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. (na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.