Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.9%

2.3%

0.2%

4.4%

19.5%

11.3%

0%

0.1%

0%

0%
Jangan Terpaku pada Calistung

Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Anak Usia Dini

89
0
CERIA. Kepala TK Wijaya Kusumah/Kartika XIX-26 Lina Apriyani SPd bercengkrama dengan siswa di halaman sekolah Senin (6/1). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA
CERIA. Kepala TK Wijaya Kusumah/Kartika XIX-26 Lina Apriyani SPd bercengkrama dengan siswa di halaman sekolah Senin (6/1). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Pendidik di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ataupun Taman Kanak-kanak (TK) harus memahami konsep bermain dan belajar. Sehingga tidak terjebak dengan target kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) pada anak usia dini.

Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Tasikmalaya Dede Sapariyah SPd MPd.

“Yang terpenting dari konsep pendidikan usia dini adalah mengenalkan kepada anak-anak bagaimana belajar sambil bermain,” ujarnya kepada Radar, Senin (6/1).

Ia menjelaskan, konsep bermain dan belajar itu membentuk karakter anak usia dini. “Bagaimana mereka berkolaborasi, bagaimana cara menemukan kreativitas, kemudian menjadi cinta sekolah dan cinta belajar. Jadi yang penting bukan soal cepat berhitung, cepat menulis atau cepat membaca,” katanya.

Selain itu, sambungnya, dengan konsep bermain dan belajar tersebut, dapat membentuk anak-anak untuk berinteraksi sosial, menemukan kreativitas dan mempunyai karakter yang baik.

“Jadi pendidikan anak usia dini itu bukan soal kemampuan cepat calistung. Namun, mengarah pada perubahan tingkah laku atau karakter yang sesuai dengan perkembangan anak. Huruf dan angka dikenalkan dengan cara yang fun,” katanya.

Selain itu, konsep bermain dan belajar juga harus bisa tersampaikan kepada orang tua.

“Guru TK sudah profesional, jadi ketika orang tua ingin anaknya bisa calistung, kita mengarahkan, yang terpenting anak bisa mandiri,” katanya.

Kepala TK Wijaya Kusumah/Kartika XIX-26 Lina Apriyani SPd menjelaskan, ketika anak usia dini masuk TK, bisa diarahkan dengan pembentukan karakter terlebih dahulu.

“Anak biasanya pertama kali masuk TK dengan pembentukan sikap dan perilaku terlebih dahulu,” katanya.

Nantinya, ketika terlihat mulai mandiri di situ dimasukkan pembelajaran. Misal, mengenalkan huruf atau angka itu dengan simbol.

“Anak berhitung itu dikenalkan dengan jari dan alat peraga. Bisa juga memberikan tugas untuk membawa nasi bola kepal. Dari situ anak dikenalkan berhitung,” ujarnya.

Ia mengatakan, di TK Wijaya Kusumah anak-anak juga diajak untuk mengenal alam melalui program gardening. Program ini bermanfaat untuk anak usia dini karena dapat mengeksplorasi daya pikir, menggugah rasa keinginan tahuan dan melatih anak bersentuhan dengan alam. Jadi, sambungnya, pelajaran itu tidak hanya diberikan di ruangan kelas. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.