Penuh, RSUD Garut Hanya Terima Pasien Covid-19 Begejala Berat

25
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

TAROGONG KIDUL – Angka kasus Covid-19 di Kabupaten Garut masih terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap harinya. Sementara kapasitas tempat isolasi yang ada di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Slamet Garut sangat terbatas.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Slamet Kabupaten Garut, Zaini Abdillah mengatakan, total tempat tidur di ruang isolasi dan perawatan pasien Covid-19 di RSUD dr Slamet ini totalnya ada 101 tempat tidur yang disediakan.

Saat ini, seluruh ruangan dan tempat tidur yang disediakan untuk pasien Covid-19 ini sudah penuh 100 persen. Tak ada ruangan tersisa untuk menampung pasien Covid-19.

Baca juga :  Ternyata, Pemkab Garut Belajar Budidaya Ikan Koi ke Ciamis

“Semua penuh. Tapi itu setiap waktu akan terus fluktuatif, karena ada yang sembuh,” kata Zaini kepada wartawan, Senin (28/12).

Loading...

Zaini menerangkan, saat ini pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan di RSUD dr Slamet ini semuanya bergejala.

Dari 101 orang pasien Covid-19 yang dirawat, 94 orang merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, enam pasien suspek dengan komorbid (penyakit penyerta) dan satu pasien probable dengan gejala sedang.

“Sebenarnya dari total tempat tidur yang tersedia, sebenarnya tak boleh terisi penuh untuk mangantisipasi adanya kasus tertentu yang membutuhkan perawatan intensif,” ujarnya.

Meski ada peraturan itu, kata dia, tetapi melihat kondisi pasien Covid-19 ini yang terus meningkat dan banyak yang harus dirawat, terpaksa seluruh tempat tidur diisi semuanya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, pihaknya akan lebih memilah pasien Covid-19 yang dapat masuk RSUD dr Slamet.

“Langkah Dinkes yaitu dengan lebih memilah pasien jadi pasien yang berat dan kritis saja yang dirawat isolasi di RSUD,” terangnya.

Ia menambahkan, pasien Covid-19 yang bergejala ringan hingga sedang akan ditempatkan di rumah sakit lainnya yang menjadi rujukan. Sementara pasien Covid-19 tanpa gejala akan ditempatkan di tempat isolasi terpusat dan rumah sakit darurat.
Kendati demikian, kata dia, kebijakan itu belum sepenuhnya diterapkan di RSUD dr Slamet.

Ditargetkan, kebijakan itu dapat mulai dilaksanakan pada 2021. “Sekarang masih tahap sosialisasi, mudah-mudahan 2021 sudah mulai berlaku,” paparnya.

Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita mengatakan, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Garut sampai Minggu (27/12) mencapai 25.031 kasus yang terdiri dari kontak erat, suspek, probable dan konfirmasi positif.

Untuk jumlah kontak Erat 16.915 orang, dari jumlah tersebut 1.108 Kasus isolasi mandiri dan 15.807 Kasus selesai pemantauan.

Suspek totalnya ada 4.422 kasus, 159 kasus isolasi mandiri, 12 kasus isolasi dan perawatan di rumah sakit, 4.213 kasus selesai pemantauan dan 38 kasus meninggal dunia.

Probable ada 1 kasus meninggal dan kasus positif ada 3.693 kasus, 1.418 kasus isolasi dan perawatan di rumah sakit, 2.177 kasus sembuh dan 98 kasus meninggal dunia. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.