Penuhi Nutrisi Anak di Setiap Jenjang Usia 

49
0
PAPARKAN. Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar Sophia Restantini SKM saat diwawancarai beberapa waktu lalu. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
PAPARKAN. Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar Sophia Restantini SKM saat diwawancarai beberapa waktu lalu. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Agar tumbuh kembang anak berjalan dengan normal dan baik, orang tua harus memperhatikan asupan gizi anak. Nutrisi yang baik merupakan salah satu penentu tumbuh kembang dan status kesehatan di masa datang.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar Sophia Restantini SKM mengatakan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, harus disesuaikan dengan usianya. Bayi usia 0-6 bulan harus langsung diberi air susu ibu (ASI).

“ASI merupakan makanan utama anak di awal kelahirannya. Minimal diberi ASI eksklusif selama enam bulan penuh,” ujarnya Jumat (3/1).

Menurut dia, dalam ASI sudah terdapat pemenuhan energi dan zat gizi yang tidak ada di makanan atau minuman lainnya. Sehingga sangat dianjurkan bagi orang tua untuk mencukupi kebutuhan gizi bagi anak-anaknya.

Dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, jika memungkinkan anak diberi ASI hingga usia 2 tahun. Hal itu dapat menumbuhkan hubungan emosional antara ibu dan anak. Selain itu, setekah usia 6 bulan anak juga diberi makanan pendamping atau MP ASI secara bertahap.

“Si kecil bisa diberi makanan pendamping bertekstur lembut yang mudah dikunyah dan dicerna,” tuturnya.

Lanjut dia, untuk anak di atas satu tahun, orang tua harus memperhatikan pola makanan, karena akan mempengaruhi selera makannya di kemudian hari. Berikan makanan berprotein, lemak, serat, karbohidrat dan lainnya. Sebab, kata ia, anak di usia 6 hingga 24 bulan, kebutuhan asupan lemak cenderung meningkat.

“Orang tua harus bisa memperhatikan pola asupan makanan si kecil, jangan sampai nantinya anak kekurangan gizi,” katanya.

Dia mengatakan, di usia 3-5 tahun, kebutuhan gizi anak semakin meningkat dari sebelumnya. Karena berada di masa pertumbuhan anak, ditambah padatnya aktivitasnya sehingga sangat membutuhkan banyak energi dan asupan gizi yang cukup dan seimbang.

Di usia tersebut, peran orang tua harus lebih jeli dan teliti supaya anak tidak makanan sembarangan, misalnya camilan yang tidak sehat. Karena nantinya akan berdampak buruk bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.

“Anak dibiasakan makan tiga kali sehari, dengan mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi,” katanya.

Selain itu penuhi cairan bagi tubuhnya supaya sehat dan kuat, minimal dengan memperbanyak minum air putih dan minum susu. Perlu juga ajak anak untuk rutin berolahraga sejak dini. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.