Penuhi Nutrisi Anak Saat Berpuasa

9
CERIA. Dokter spesialis anak dr Mahbub Muhammady SpA MSc berfoto bersama anak-anaknya. Ia membagikan tips puasa sehat bagi anak-anak.

TASIK – Mengajari anak berpuasa dapat dilakukan sejak dini. Namun, bagi anak-anak, puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap, tidak langsung satu hari penuh. Orang tua pun harus memperhatikan kondisi kesehatan dan asupan nutrisinya.

“Anak di atas usia 5 tahun sudah boleh diajari berpuasa secara bertahap. Asalkan anak sehat, tumbuh kembangnya tidak terganggu,” kata Dokter spesialis anak dr Mahbub Muhammady SpA MSc kepada Radar, Kamis (9/5).

Ia mengatakan, anak-anak dengan status gizi kurang ditandai dengan berat badan kurang. Kalau dalam kasus seperti itu, jangan dipaksakan satu hari penuh karena cadangan energinya tidak akan cukup. Selain itu, jika anak sedang sakit dan tumbuh kembangnya terganggu, sebaiknya tunda dulu mengajarkan si kecil berpuasa.

“Kalau kondisi anak sehat, maka anak bisa belajar berpuasa sesuai dengan kemampuannya menahan lapar dan haus. Anak usia TK biasanya hanya mampu menahan lapar dan haus selama beberapa jam. Kemampuan berpuasanya akan lebih meningkat saat ia sudah duduk di bangku SD,” kata dr Mahbub yang praktik di Apotek Idaman, RS Jasa Kartini dan RS Permata Bunda ini.

Lanjutnya, selama berpuasa anak tetap membutuhkan asupan nutrisi  untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Ketika nutrisi tersebut tidak terpenuhi, maka tumbuh kembang anak tentu akan terganggu.

“Maka pastikan orang tua selalu memenuhi kebutuhan gizi anak saat sahur dan berbuka puasa. Dengan begitu, tubuh anak akan tetap kuat dan tidak mudah sakit selama berpuasa,” ujarnya.

Salah satu komponen penting yang harus ada dalam menu sahur dan buka puasa adalah karbohidrat kompleks. Zat gizi ini berfungsi untuk menyuplai dan mempertahankan energi selama berjam-jam saat puasa, terutama bagi si kecil.

Asupan protein juga tak kalah penting untuk cadangan energi sekaligus menyeimbangkan cairan dalam tubuh. Sumber protein didapat dari telur, daging, tahu, tempe, keju, roti gandum dan sayuran segar. Penting juga untuk mengonsumsi buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

“Pastikan anak minum banyak air putih saat sahur dan berbuka. Hal ini dapat membantu menjaga hidrasi tubuh,” katanya.

Dokter Mahbub mengatakan, agar puasa anak bisa berjalan lancar maka selama puasa anak harus merasa enjoy. Ajak buah hati  untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan selama puasa di bulan Ramadan.

“Ajak anak untuk menggambar, menonton film kartun favoritnya atau bermain bersama teman sebayanya di rumah. Hindari aktivitas bermain outdoor yang menguras energi,” ujarnya.

Dokter Mahbub menerangkan, selama puasa pola tidur anak juga sedikit berubah. Penyebabnya adalah penundaan waktu tidur dan kurangnya durasi.

“Disarankan anak-anak tidur siang selama dua sampai tiga jam, untuk membantu mereka tetap segar secara fisik dan mental. Selain itu pastikan bahwa mereka cukup tidur di malam hari karena tidur mereka pasti akan terganggu untuk bangun sahur,” katanya.

Terlebih bila anak harus bersekolah saat puasa, tidur yang cukup pada malam hari sangat disarankan.  Tidur dapat berkontribusi pada peningkatan fungsi kognitif anak.

Lanjutnya, setelah anak  berhasil menyelesaikan puasanya dengan baik, ucapkan selamat dan berikan apresiasi. Hal ini dapat membantu meningkatkan semangat dan antusias anak untuk terus berpuasa keesokan harinya.

Dengan menjalankan pola nutrisi dan pola tidur yang tepat, sambungnya, maka puasa bagi anak-anak tak hanya bermanfaat untuk melatih kesabaran, tubuh anak juga akan semakin sehat dan perkembangannya tetap optimal. (na)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.