Penumpang Dibatasi Sopir Angkum di Garut Menjerit

85
0
Ilustrasi

GARUT KOTA – Pembatasan mengangkut penumpang, membuat pengusaha dan sopir angkutan umum di Kabupaten Garut menjerit. Hal tersebut dikatakan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Garut Yudi Nurcahyadi

“Aturan ini jelas merugikan pengusaha, karena tidak dibarengi dengan penyesuaian tarif,” ujar dia saat dihubungi Rakyat Garut, Selasa (26/5).

Baca juga : Garut Terapkan Disiplin Protokol Kesehatan di Pusat Keramaian

Menurut dia, kebijakan pemerintah tak konsisten. Akibatnya malah membingungkan masyarakat.

Pembatasan jumlah penumpang berdampak terhadap operasional dan pendapatan sopir. “Tapi mereka (pemerintah) tak pikirkan tarif dan subsidi dunia angkutan. Padahal sangat jelas kami terdampak akibat wabah ini,” katanya.

Ia menambahkan kebijakan pemerintah terkesan dipaksakan. Tak ada solusi yang diberikan bagi pengusaha kecil. Keputusan seperti mudik dilarang, namun pulang kampung boleh malah berujung kebingungan.

Loading...

Baca juga : Video Emak-Emak Buka Paksa Portal ke Pantai Rancabuaya Garut

“Kalau ada pembatasan harus ada penyesuai tarif untuk menutup biaya operasional. Seperti bus kapasitas 60 seat, hanya setengahnya diisi. Mau tertutup gimana operasionalnya. Jadi lebih baik diam saja,” ucapnya.

“Kami merasa tak diperhatikan. Tidak ada program yang menyentuh kami. Kayak kartu prakerja itu saya nilai tak bermanfaat. Lebih baik dipakai untuk subsidi angkutan anggarannya,” tambahnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.