Penyajian Modern, Angkat Isu Kekinian

248
0
zaman now. Pementasan wayang ajen di Rancah mengangkat kasus Fortuner menabrak tiang listrik di Jakarta.

Pagelaran Wayang Ajen di Kecamatan Rancah

Kasus mobil yang ditumpangi Setya Novanto menabrak tiang listrik menjadi trending topik di tanah air. Kasus itu pun ternyata diangkat ke dalam pagelaran wayang ajen di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis Selasa malam (21/11).

IMAN S RAHMAN, Ciamis

Wayang ajen pimpinan Ki Dalang Wawan dianggap sudah modern. Pementasannya didukung teknologi multimedia seperti layar raksasa. Tata cahaya oke. Sound effect yahud. Tokoh wayang kekinian. Mampu mengolaborasikan berbagai jenis musik. Semisal, pop sunda, puisi religi, tarian kreasi dan dakwah. Bahkan, mengangkat isu kekinian.
Salah satunya isu yang sedang ramai dibicarakan masyarakat seantero Indonesia: Kasus mobil yang ditumpangi Setya Novanto menabrak tiang listrik di Jakarta. Ki dalang sukses membuat ribuan penonton merasa terhibur. Gelak tawa penonton pun menggema malam itu.
Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenper RI HM Ahman Sya menyatakan wayang ajen adalah wayang kreatif yang berkonten lokal. Tapi, penyajiannya sudah modern. Oleh karena itu di dalam kegiatan ini bukan hanya pertujukkan budayanya dalam pengertian wayang goleknya tetapi ada unsur pesan yang kuat baik religi maupun promosi pariwisata.
Wayang ini sudah menjadi simbol kebangsaan. Karena setiap unsur masyarakat di Indonesia memiliki media tertentu —di Jawa Barat ada wayang golek— yang pesannya mengembangkan kesadaran kebangsaan; nasionalisme; persatuan dan kesatuan; dan sesuatu yang mendorong dan memotivasi kehidupan masyarakat supaya lebih baik.
“Sehingga diharapkan konsep wayang zaman now ini, tak hanya menyuguhkan tontonan tapi sekaligus menjadi tuntunan bagi masyarakat,” ucap profesor jebolan Universitas Siliwangi ini.
Dia pun menyampaikan wayang ajen yang sudah pentas di 51 negara di dunia ini menjadi salah satu seni kebanggaan di tanah air. Tentu wayang zaman now ini diharapkan tetap eksis memberikan hiburan dan edukasi bagi masyarakat Indonesia dengan mengangkat isu-isu kekinian.
Ki Dalang Wawan menjelaskan lakon (cerita) dikemas menarik karena ini bukan sekadar pentas tapi ada pesan moral yang disampaikan. Pertunjukan wayang ini sebagai tontonan dan tuntunan. Tontonan yang lebih menarik yang mampu mengikat penonton dengan sajian kemasan unsur-unsur pertunjukannya dan dalang mampu menyampaikan tema lakon serta pesan moral.
Kelebihan wayang ajen dibanding pertunjukan wayang pada umumnya yaitu dari sisi teknologi. “Benar-benar dikemas seapik mungkin agar lebih menarik,” ucapnya. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.