Penyamak Kulit di Garut Makin Berkurang, Ini Penyebabnya

114
0
radartasikmalaya.com

GARUT KOTA – Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Kabupaten Garut mencatat jumlah penyamak kulit di Garut terus mengalami penurunan. Dari 400 pengusaha, saat ini yang masih berjalan hanya 40 persen atau sekitar 100 penyamak.

“Sisanya kalau diibaratkan hidup segan mati tak mau,” ujar Wakil Ketua APKI Garut Sukandar kepada wartawan Jumat (31/1). Kata dia, saat ini penyamak kulit yang masih berjalan yakni perusahaan yang memiliki mesin pengolah kulit.

Baca juga : Demi Follower IG, Pemuda Warga Garut Nekat Unggah Foto Bugil hingga Diringkus Polisi

Itu juga, tambah dia, tertolong penyewaan mesin proses bagi para pelaku usaha kulit menengah ke bawah. “Yang masih bertahan itu perusahaan besar yang mempunyai mesin saja. Kalau yang kecil, sekarang terancam gulung tikar,” ujarnya.

Ada beberapa indikator yang menjadi penyebab menurunnya geliat usaha industri kulit di Garut. Diantaranya, peluang pasar yang sedang lesu akibat dampak persaingan pasar bebas ASEAN.
Menurut dia, dengan adanya pasar bebas kulit dari luar bisa masuk ke Indonesia. Selain itu, banyaknya kulit sintesis yang harganya lebih murah banyak dijual di pasaran.

“Kita kalah saing dengan produk sintetis impor dari Cina yang dari sisi harga jauh lebih murah ketimbang berbahan baku dari kulit. Namun dari sisi kualitas tentunya jauh lebih baik kulit dibanding berbahan sintetis,” ujarnya.

Meski sudah banyak penyamak yang tidak beroperasi, tetapi industri kulit di Kabupaten Garut tergolong bertahan jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Jogjakarta, Jakarta dan Bandung. Di sana hampir rata-rata pabriknya tutup.

“Meski industri kulit di Garut tidak berjalan semestinya tidak berproduksi setiap hari,namun masih tetap bertahan dibandingkan dengan sejumlah kota besar yang sudah menutup usahanya,” katanya.

Kata dia, untuk mengembalikan kejayaan industri kulit di Garut perlu ada campur tangan dari pemerintah, baik dari sisi regulasi atau terobosan terobosan baru. Seperti mewajibkan ASN-nya menggunakan produk kulit lokal Garut untuk sepatu atau aksesori lainnya.

Baca juga : Rusak Gerobak Pedagang di Garut, Pengedar Gorila Diringkus Polisi

“Salah satu upayanya itu, pemerintah harus turun untuk membantu pengusaha kulit di Garut. Kalau dibiarkan seperti ini, produk kulit Garut ini akan terkikis oleh produk luar,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.