Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.3%

70.1%

Penyandang Disabilitas Ciamis Belum Terima Bantuan

80
0

CIAMIS – Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Wilayah Kabupaten Ciamis Dodo Zakaria menjelaskan sampai Rabu (13/5), para penyandang disabilitas terdampak Covid-19 belum menerima bantuan sosial (bansos) dari masyarakat.

“Kalau dari partai politik atau relawan lainnya ada,” jelas Dodo kepada Radar, Rabu (13/5) siang.

Baca juga : Bupati Ciamis Perjuangkan Honorer Jadi PNS

Dodo menyampaikan dari 6.200 anggota PPDI, sebanyak 3.000 orang sudah menerima bantuan program keluarga harapan (PKH). Sementara sisanya sama sekali belum dapat bantuan dari pemerintah.

“Harapan kami mendapatkan sesuai dengan yang non difabel, yang di mana bantuan Provinsi Jabar yang bukan difabel dapat yang difabel juga sama berhak dapat,” ujarnya.

Sampai saat ini, difabel yang terdaftar oleh Kementerian Sosial harus mendapatkan prioritas dan diutamakan mendapatkan bantuan.

“Namun bantuan tahap pertama yang dari Provinsi Jawa Barat sama sekali tidak ada untuk difabel,” paparnya.Sementara itu, Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) di

Kabupaten Ciamis Siti Aisyah menjelaskan, dari 200 anggota Pertuni, baru empat orang yang mendapatkan PKH.

Sementara sisanya, belum dapat PKH atau bantuan sosial terdampak Covid-19, padahal mereka kebanyakan pekerja buruh harian lepas dan kadang serabutan.

Anggota Pertuni, kata Aisyah, ada juga yang menjadi PNS. Namun jumlahnya sedikit. Hanya sekitar 3 persen. Sisanya juga pedagang atau wirausaha.

“Saya berharap teman-teman kami yang masih kesulitan dapat PKH juga dan bansos terdampak Covid-19,” harapnya.

Warga tuna netra sampai saat ini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Padahal mereka bagian dari masyarakat yang terdampak Covid-19.

Sebelumnya, Siti Aisyah menjelaskan sejak wabah Covid-19 melanda Camis, ratusan anggota Pertuni terdampak wabah tersebut.

Sebanyak 75 persen anggota Pertuni merupakan tukang pijit. Di saat wabah seperti saat ini, order memijit tidak ada lagi, karena masyarakat mungkin takut oleh penyebaran corona.

Maka, mereka, kata Aisyah, saat ini menganggur dan diam di rumah.

Saat mereka berdiam diri di rumah, anggota Pertuni tidak mendapatkan pendapatan.

Namun untungnya, mereka mendapatkan bantuan dari warga atau relawan, yayasan-yayasan atau donatur, perorangan atau komunitas yang memberikan bantuan.

“Jujur kalau dari pemerintah sama sekali belum dapat bantuan. Sama sekali sampai sekarang, namun harapan ada perhatian dari pemerintah tapi belum ada realisasinya, keduluan sama para donatur-donatur,” papar Siti Aisyah kepada Radar Selasa (12/5).

Baca juga : Kakek Pengendara Motor Yupiter Masuk Parit di Jalan Cisaga Ciamis

Dia berharap anggota Pertuni segera mendapat bantuan dari pemerintah. Karena Pertuni juga sama-sama elemen masyarakat yang terdampak oleh wabah Covid-19.

“Jadi yang memang pekerjaanya hanya itu (memijit, Red) kami semua tidak bisa dilakukan apa-apa, boro-boro jualan, modal juga tidak ada,” tegasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.