Penyandang Disabilitas Hangus Terbakar

27
0
EVAKUASI. Tim gabungan BPBD, Tagana, dan kepolisian tengah evakuasi jasad korban yang hangus terbakar, Jumat (1/2).IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

SADANANYA – Kobaran api menghanguskan rumah semi permanen di Dusun Cikatomas RT 01 RW 03 Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya, Jumat (1/2) sekitar pukul 08.00. Akibatnya, seorang penyandang disabilitas Nurhamidah (25) terbakar sampai tubuhnya menghitam dan meninggal dunia.

Kapolsek Ciamis Kompol Sindu Manuabe SH menerangkan Nurhamidah hangus terbakar lantaran tidak bisa menyelamatkan diri ke luar rumah. Dia ditemukan tak bernyawa di pintu depan. Saat itu, rumah yang ditempati korban dikunci dari luar oleh ibunya, Uun Kurniasih (65). “Kami menduga korban hendak menyelamatkan diri ke luar rumah, namun keburu terbakar, diduga pintu depan terkunci jadi sulit keluar,” tutur Sindu kepada wartawan.

Menurut Sindu, Hurhamidah menderita gangguan mental sehingga ibunya selalu mengunci rumah ketika meninggalkan korban. Adapun kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik pada televisi. Televisi memercikkan api lalu membakar ruangan.

Dalam kebakaran itu warga sudah berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Air dari kolam ikan tidak mampu menaklukkan si jago merah. “Keluarga korban juga menerimanya karena musibah, korban sudah dikebumikan keluarganya,” kata dia.

Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani menyatakan pihaknya sudah memberikan bantuan logistik kepada keluarga korban berupa sembako, terpal, alat kesehatan, selimut, dan matras. “Kami berikan peralatan yang sifatnya mendesak. Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat,” harapnya.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis Ade Waluya menyebutkan anggotanya sudah terjun ke lokasi kebakaran. Bahkan, Dinas Sosial juga memberikan bantuan. “Upaya kami membentuk dalam evakuasi bersama tim relawan lainnya,” katanya.

Karjo (40), warga sekitar menyebut korban adalah gadis cantik tapi menderita gangguan mental. Sejak usia SMP sudah berdiam diri di rumah. Hidupnya hanya berdua dengan ibunya. “Saya kasihan kepada korban meninggalnya terbakar,” tuturnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.