Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.5%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

Penyebab Kematian Siswi SMPN 6 Kota Tasik Sulit Terungkap, Tim Forensik Harus Lakukan Ini..

2981
0

KOTA TASIK – Jasad Del (13), siswi SMPN 6 Kota Tasikmalaya, yang jasadnya ditemukan di dalam gorong-gorong depan sekolahnya, telah diotopsi ahli forensik dari Polda Jawa Barat, Selasa (28/1) sejak pukul 14.00 WIB.

Dokter Dr Fahmi Arief Hakim, Dokter Forensik Polda Jabar dan Rumah Sakit Kartika Asih Bandung mengatakan, pihaknya sudah melakukan otopsi terhadap korban.

“Hasil pemeriksaan sementara dari otopsi belum bisa menyimpulkan apakah korban ini meninggal karena dibunuh atau kecelakaan,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

Baca juga : Di Kota Tasik, 1 Orang Suspect Virus Corona, Dinkes Bagikan Masker di Bandara Wiriadinata

Terang dia, yang ditemui di kamar mayat RSUD dr Soekardjo, pemeriksaan yang dilakukan pihaknya ini sesuai standar otopsi yaitu pemeriksaan luar dan dalam. “Yang pasti jasad siswi ini sudah dalam keadaan membusuk,” terangnya.

“Kalau kita lihat dari tanda pembusukannya antara 2 hingga 3 hari (korban sudah meninggal, Red). Karena mayat sudah membusuk, sehingga untuk menentukan adanya luka-luka menjadi sangat sulit,” sambungnya.

Sebab, sulit diketahui secara detil ini karena sudah terjadi pembusukan.

Baca juga : Wali Kota Tasik : Jangan Sebar Hoax Jasad Siswi SMPN 6 yang Ditemukan di Gorong-Gorong

“Sehingga untuk diketahui ada atau tidaknya kekerasan ini kita mesti konfirmasi lagi dengan pemeriksaan secara mikroskopis,” bebernya.

Dia menambahkan, hal lain-lain yang terdapat dalam berkas pemeriksaan untuk sementara belum bisa disampaikan pihaknya. “Tapi secara garis besar semua standar otopsi sudah kita lakukan,” tambahnya.

Jelas dia, yang pasti karena adanya proses pembusukan ini yang menjadi kendala pihaknya untuk menentukan sebab kematiannya.

“Kemudian soal luka ini bukannya tidak tampak. Mungkin saja sebelumnya ada tapi karena ada proses pembusukan menjadi hilang,” jelasnya.

Tukas dia, maka dari itu kepastiannya harus dilakukan dengan cara pemeriksaan mikroskopis.

Yakni pemeriksaan jaringan tubuhnya di laboratorium. “Pemeriksaan laboratorium ini dapat diketahui minimal 14 hari kerja. Jadi sekitar 2 minggu,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.