Penyebar Hoaks Jasad Del Siswi SMPN 6 Kota Tasik yang Ditemukan di Gorong-gorong Diringkus Polisi

2669
0

KOTA TASIK – Pelaku penyebar hoaks di media sosial (Medsos) tentang hilangnya organ tubuh Del (13), siswi SMPN 6 Kota Tasik yang ditemuman di gorong-gorong, diringkus polisi.

Pelakunya berinisial CSF (53) penduduk Kampung Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi Kota Tasik.

Akibat perbuatannya, pria yang ditangkap di rumahnya itu terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Baca juga : Del, Siswi SMPN 6 Kota Tasik Tewas Terjatuh lalu Terperosok Gorong-gorong, Bisa Aja Kan?

Hal itu ditegaskan Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto setelah anggotanya menangkap pelaku penyebar hoaks tersebut, Kamis (6/2) sore.

“Pelaku sudah diamankan dan telah mengaku membuat berita bohong atau hoaks. Pelaku diancam Pasal 14 ayat 2 dan 5 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang menyebarkan berita bohong dan berbuat keonaran. Ancaman hukumannya minimal 2 tahun dan maksimal 10 tahun penjara,” papar Anom kepada wartawan.

Terang dia, pelaku ini membuat berita bohong atau menyebarkan hoax dan membuat keonaran.

“Seperti yang kita ketahui bahwa pada Senin (27/1) lalu telah ditemukan mayat seorang siswi SMPN 6,” terangnya.

“Kemudian dengan ditemukannya mayat itu beredar kabar bahwa ada salah satu organ tubuh korban yang telah hilang. Namun kenyataannya yang kita temukan kondisi mayat dalam keadaan utuh,” sambungnya.

Sehingga, tambah dia, atas kejadian tersebut membuat masyarakat Tasikmalaya menjadi tidak tenang dan ribut karena ada pemberitaan palsu tersebut.

“Dan saya juga sudah konfirmasi dan jelaskan kepada rekan-rekan bahwa hari ini kita tangkap pelaku penyebaran hoax ini,” tambahnya.

Jelas dia, pelaku diamankan di rumahnya dan sekarang sedang dalam tahap pemeriksaan.

“Dan ini akan kita tindaklanjuti kasusnya. Motifnya sebenarnya dia mengetahui informasi tersebut dari grup whatsApp. Kemudian dengan inisiatif sendiri dia membuat narasi yang sebenarnya tidak sama dengan yang dapatkan informasi dari grup whatsapp tersebut,” jelasnya.

Dia imbau masyarakat sebelum berita itu benar bisa dikonfirmasi kepada aparat kami agar tak terjadi fitnah dan masyarakat tenang.

“Lebih baik menerima berita yang sifatnya belum dipercaya sumbernya langsung saja konfirmasi kepada aparat penegak hukum. Ancaman hukumannya antara 2 sampai 10 tahun,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.