Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Penyebar Hoax Jadi Tersangka

163
0

BY: Mohon Maaf Sebesar-Besarnya
CIAMIS – Polres Ciamis menetapkan BY sebagai tersangka dalam kasus penyebaran informasi bohong atau hoax di media sosial. Warga Sirnajaya Kecamatan Rajadesa itu dituduh menyebarkan informasi yang tidak benar tentang penangkapan seorang pria oleh santri Manhajul Ulum Kecamatan Rajadesa pada tanggal 26 Januari lalu.

“Tetapi, tersangka tidak dilakukan penahanan karena tuntutannya kurang dari dua tahun. Namun wajib lapor saja. Tetapi kasus tetap dilanjutkan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto saat ekspos Rabu siang (28/2).

Sebelumnya, BY sempat mengunggah foto di Facebook dengan keterangan bahwa pria yang diamankan santri Manhajul Ulum itu membawa bom molotov untuk membakar pesantren.

Namun dari pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap sejumlah saksi di Ponpes Manhajul Ulum, informasi itu tidak terbukti. Dari keterangan para saksi, orang yang diamankan santri tersebut hanya membawa botol air mineral berisi cairan warna biru dan sekarung sampah. Tidak ada tindakan apa pun yang dilakukan pria tersebut terhadap pesantren.

Foto itu sempat berada di laman Facebook BY selama tiga hari. Setelah itu dihapus. Dalam keterangan kepada polisi, kata Hendra, BY mengaku hanya ikut-ikutan memosting foto itu.

“Kepolisian tetap melanjutkan proses hukum terhadap pelaku. Karena selain (agar) menimbulkan efek jera. Hal ini juga agar masyarakat tidak gegabah menyampaikan informasi yang belum tentu kebenarannya atau bohong melalui media sosial,” paparnya.

Selain menetapkan status tersangka, polisi juga menyita ponsel yang digunakan BY untuk memosting informasi hoax. Atas perbuatan itu, polisi menerapkan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Penyebaran Berita Bohong dengan ancaman hukuman dua tahun penjara kepada BY. “BY bukan merupakan anggota sindikat cyber yang terorganisir. Namun hanya pribadi saja,” jelasnya.

Sementara, dari pengakuan BY, dia memang membuat status di Facebook tentang adanya pria yang masuk ke lingkungan Pesantren Manhajul Ulum di Cigoong Kecamatan Rajadesa. Postingan itu dia buat dari rangkuman informasi yang didapatnya dari dua orang berbeda di Facebook dan WhatsApp.

BY mengakui kekeliruannya yang terburu-buru menyebarkan informasi tanpa melakukan kroscek lebih dulu. Setelah foto itu diposting, dia mengaku baru tahu kalau pria yang diamankan para santri itu adalah orang gila.

“Mungkin dengan pemberitaan ini (postingan di medsos, Red) masyarakat menjadi resah. Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena terburu-buru meng-upload tanpa diketahui (yang) sebenarnya. Saya menyesal dan mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap guru honor di salah satu sekolah di Ciamis itu. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.