Penyebaran Corona Melonjak, Belajar Tatap Muka SMA di Kota Banjar Dihentikan

115
0
DIHENTIKAN. Pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Banjar saat dibuka beberapa waktu lalu. Kini PTM diberhentikan sementara. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
DIHENTIKAN. Pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Banjar saat dibuka beberapa waktu lalu. Kini PTM diberhentikan sementara. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Kota Banjar harus kembali dihentikan. Pembelajaran kembali melakukan pembelajaran secara daring (online).

Kepala SMAN 1 Banjar Barnas MPd membenarkan hal itu. Kata dia, proses PTM di SMAN 1 Banjar dihentikan lantaran penyebaran Covid-19 terus meningkat. “Iya betul, diberhentikan dulu sementara sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar dia kepada wartawan, Senin (28/9).

Dikatakan dia, proses PTM diberhentikan mulai kemarin (28/9) sampai menunggu keputusan resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar.

Terpisah, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Edi Herdianto SSos berencana memanggilan KCD Pendidikan Wilayah Jawa Barat XIII untuk berkoordinasi terkait pemberhentian sementara PTM di tingkat SMA/SMK.

“Rencana besok (hari ini, Red) baru akan dilayangkan surat pemanggilan KCD untuk berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ujarnya.

Diakuinya, sampai saat ini belum ada koordinasi ataupun pemberitahuan resmi dari KCD ke gugus tugas. Namun, sudah ada dua sekolah tingkat menengah atas yang melakukan komunikasi terkait pemberhentian atau penutupan PTM sementara.

Loading...

“Ini sebagai antisipasi jangan sampai timbul klaster baru. Kita juga akan panggil dari pihak Kemenag untuk masalah ini,” ujarnya.

Baca juga : APBD Perubahan Kota Banjar Disahkan, Anggaran Rp27 M Siap Diserap

MADRASAH DAN RA KEMBALI BELAJAR SECARA DARING
Sementara itu, sebelumnya Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih memberikan kelonggaran terhadap sekolah untuk melaksanakan belajar tatap muka asal wilayahnya zona hijau atau tidak ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Dari kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Banjar kemudian membatasi jumlah sekolah yang diperbolehkan melaksanakan tatap muka di sekolah.

Dari sebelumnya 14 SD dan SMP yang melaksanakan PTM, kini dibatasi menjadi tujuh sekolah. “Hasil rapat evaluasi dengan gugus tugas terkait keberlangsungan belajar tatap muka di sekolah, maka saat ini akan dibatasi jumlahnya. Sekolah yang berada di daerah zona aman dari Covid-19 diperbolehkan melaksanakan tatap muka dengan penerapan protokol yang ketat,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Drs H Lukmanulhakim MSi, Senin (28/9).

Sebelumnya, dalam pelaksanaan hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka terdapat 14 SD dan SMP yang ditunjuk untuk menjadi piloting project belajar dengan tatap muka di sekolah.

“Sekolah yang masih tetap melakukan pembelajaran tatap muka hingga sekarang sebanyak 7 sekolah SD dan SMP. Yang masih melakukan pembelajaran itu yang berada di wilayah jauh dari penyebaran virus Covid-19, dikarenakan di Kota Banjar sendiri sampai sekarang masih mengalami peningkatan kasus terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan jika ke depan kasus positif semakin meningkat, maka akan dilakukan pemberhentian belajar tatap muka untuk semua sekolah.

“Harus gimana lagi, disisi lain pendidikan memang sangat penting, tapi jika menimbulkan penyakitkan bahaya, jadi jangan sampai terjadi hal seperti itu. Sementara untuk solusinya, kami pun akan memberlakukan kembali pembelajaran secara daring,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar Badruzaman mengatakan sesuai surat imbauan, pembelajaran yang dilakukan di tingkat Madrasah dan Raudatul Athfal (RA) untuk sementara kembali kepada sistem daring.

“Memperhatikan keputusan bersama, dengan adanya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Banjar semakin bertambah, maka kami mengeluarkan imbauan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring kembali di rumah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, data hingga Senin (28/9), jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 baik yang dalam perawatan medis di ruang isolasi khusus maupun yang isolasi mandiri sebanyak 14 orang.

“Tiga menjalani isolasi mandiri dan sebelas orang dirawat di ruang isolasi khusus di rumah sakit,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Agus Nugraha. (nto/cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.