Penyebaran HIV/AIDS Masif

280
0
Nana Suryana / Radar Tasikmalaya SIMPATIK. Sejumlah remaja dari berbagai komunitas melakukan aksi simpatik dalam puncak peringatan Hari AIDS Sedunia di Kawasan Tugu Ikan Marlin Pangandaran kemarin.

PANGANDARAN – Puluhan remaja dari berbagai komunitas bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran melakukan aksi simpati dan orasi memperingati Hari AIDS Sedunia di Tugu Marlin Pangandaran kemarin (8/12). Kegiatan bertema Aksi 812 Pangandaran AIDS Walk itu difasilitasi oleh AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia dan Yayasan Matahati.
Koordinator Program AHF Kabupaten Pangandaran Agus Abdullah mengatakan aksi tersebut merupakan puncak peringatan hari AIDS sedunia. Ia berharap seluruh lapisan masyarakat memberikan perhatian serius untuk memerangi penularan HIV/AIDS yang penyebarannya terus meluas. “Ini adalah pekerjaan yang harus kita lakukan bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau LSM saja,” ungkapnya.
HIV/AIDS, kata dia, sudah menjadi bagian dari masalah di Pangandaran yang angka kasusnya terus meningkat. “Sekarang itu penularannya bukan hanya ke populasi rentan, tapi sudah masuk ke populasi umum. Seperti anak-anak dan ibu rumah tangga,” katanya.
Dia berharap peran serta berbagai stakeholder di Pangandaran bisa menekan angka penyebaran HIV AIDS.
Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran Yadi Kusmayadi mengatakan sebanyak 3.352 orang di Pangandaran telah melakukan tes HIV/AIDS selama setahun terakhir. Pemeriksaan bagi warga tersebut merupakan hasil kerja sama dengan lembaga AIDS Healthcare Foundation (AHF) dan Yayasan Matahati.
“Warga yang positif terinfeksi jumlahnya 51 orang tersebar dari berbagai wilayah di Kabupaten Pangandaran,” jelas dia.
Dalam setahun terakhir, kata dia, warga yang meninggal akibat HIV/AIDS tercatat sebanyak empat orang. “Penderita tidak melakukan terapi Anti Retroviral (ARV) dan sebagian lainnya tidak mempertahankan pengobatan mereka,” ujarnya.
Ia berharap warga yang sudah terinfeksi untuk terbuka melakukan pengobatan. “Sebetulnya kalau terus melakukan pengobatan dapat hidup normal dan memperkuat kekebalan tubuh sehingga harapan hidupnya lebih tinggi,” kata dia.
Saat ini, Pemkab Pangandaran sudah memiliki empat puskesmas yang dapat melayani tes HIV/AIDS. (nay)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.