Penyelenggara Pemilu yang Meninggal Bertambah

22
SALAT GAIB. Ketua KPU Zamzam Zamaludin melaksanakan salat gaib untuk mendoakan penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal, Kamis (25/4). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal di Kabupaten Tasikmalaya kembali bertambah. Kali ini, Hadiat (56), Linmas pengaman TPS di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya menjadi korban kelelahan usai menyelesaikan penghitungan rekapitulasi suara di PPK.

Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Fahrudin SAg mencatat ada lima orang penyelenggara pemilu yang meninggal dan 88 orang dirawat karena mengalami kelelahan usai penghitungan suara. Sampai selesainya penghitungan dan rapat pleno di tingkat PPK, tercatat ada tiga orang Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) asal Desa Cidugaleun Kecamatan Cigalontang Supriyatna (56), Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Jeje Jaenudin (55) dan Desa Padangkamulyan Bojonggambir Riyad (50) meninggal dunia.

“Termasuk dua orang Linmas asal Desa Sukanagalih Kecamatan Rajapolah Nono Supana (69) dan Linmas asal Desa Kamulyan Manonjaya Hadiat (56). Kami dapat informasi bahwa ada lagi Linmas yang meninggal dunia, namun bukan pada saat melaksanakan tugas di TPS,” kata Fahrudin, kepada wartawan usai salat gaib dan doa bersama di kantor KPU, Kamis (25/4).

Jelas dia, Hadiat, Linmas asal Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya ini sudah selesai bertugas sampai ke pengangkutan kotak suara dan pleno di PPK Manonjaya. Setelah itu, Hadiat mulai merasakan tidak enak badan pada Minggu (21/4). Namun, dia memaksakan berangkat bekerja ke Tangerang karena sudah ada janji dengan atasannya. “Hari ini (kemarin), Hadiat meninggal di Tangerang dan dimakamkan di Manonjaya,” jelasnya.

Sedangkan yang dirawat di rumah sakit dan puskesmas, kata dia, semuanya akibat kelelahan usai penyelenggaraan pemilu selesai. Namun, secara bertahap mereka sudah berangsur pulih dan bisa beraktivitas kembali.

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Zamzam Zamaludin SP mengatakan lima penyelenggara yang meninggal usai pelaksanaan pemilu sudah diusulkan ke KPU RI untuk mendapatkan santunan bagi keluarga yang ditinggalkannya. “Saat ini KPU RI sedang mengusulkan ke Kemenkeu untuk turunnya anggaran bagi para penyelenggara pemilu yang meninggal. Per orangnya Rp 35 juta,” ujarnya.(dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.