Penyemprotan Desinfektan ke Pesantren di Kabupaten Tasik Diduga tak Merata, Ini Kata Dewan..

103
0

SINGAPARNA – Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslim mendapatkan laporan tidak meratanya penyemprotan disinfektan ke pesantren-pesantren oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Saya mendapatkan laporan di beberapa pesantren. Pengakuan mereka ternyata ada pesantren yang tidak pernah disemprot sama sekali, ada juga yang hanya satu kali saja. Termasuk ada yang hanya diberikan cairan disinfektannya saja tidak disemprot,” ujarnya saat menghubungi Radar, Senin (29/6).

Baca juga : Bunga Warga Manonjaya Tasik, Korban Perkosaan Ayah Tiri Ngaku Dipaksa & Diancam

“Diberikan cairan disinfektan satu botol tapi tidak diberikan alat sama APD-nya, sehingga para pesantren kebingungan harus seperti apa. Sementara selama ini pesantren sudah diklaim diamankan oleh pemda untuk penyemprotan disinfektan, jadi banyak hal yang harus dievaluasi dari kinerja gugus dan penganggaran,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, ada juga yang melaporkan bahwa cairan disinfektan itu untuk bagi kandang ayam dan kenapa tidak mencari disinfektan yang khusus, karena anggarannya sudah jelas ada.

“Memang tidak masalah secara kesehatan, tapi soal kelayakan. Beberapa pesantren menerima cairan disinfektan saja, jadi tidak dilakukan penyemprotan oleh dinas, sementara ajuan anggaran ada penyemprotan termasuk ada uang lelah,” katanya.

“Jadi apa saja yang dilakukan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 sejak Maret-Mei kalau ternyata temuan di lapangan kondisinya seperti ini,” ujarnya, mengeluhkan.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi mengatakan, pihaknya akan segera memanggil TAPD dan SKPD terkait yang menyelenggarakan anggaran pencegahan Covid-19.

“Rencananya kami akan panggil TAPD dan SKPD pada Kamis atau Jumat,” katanya.

Kata dia, pemanggilan tersebut dalam rangka meminta penjelasan lebih lanjut kaitan alokasi dan penggunaan anggaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya.

Karena sejauh ini alat kelengkapan dewan (AKD), baik komisi ataupun fraksi sudah dimaksimalkan dalam melakukan pengawasan dan monitoring.

“Supaya lebih jelas mendengar penjelasan langsung dari TAPD dan dinas terkait langsung. Kita akan memanggil dalam rapat Banggar, semua soal anggaran Covid-19 akan dibahas antara Kamis (2/7) atau Jumat (3/7). Semua akan hadir pimpinan komisi dan fraksi, intinya kita sudah bekerja jelas,” ungkap dia.

Baca juga : Pilkada Kota Tasik 18 Bulan Lagi, Jabatan Budi-Yusuf Berakhir 2022

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi ST menambahkan bahwa kaitan anggaran Covid-19, DPRD sudah melaksanakan peran fungsinya mengawasi penggunaannya.

“Nanti kita akan bahas lebih lanjut di rapat Banggar, yang jelas secara rinci dan detail tetap data refocusing anggaran Covid-19 akan dilaporkan secara lengkap pada anggaran perubahan, sesuai aturan,” tambah dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.