Penyerahan Aset Ditarget Rampung Akhir Tahun

69
0

BANJAR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anom Kota Banjar menargetkan penyerahan aset bangunan operasional dari Pemerintah Provinsi akhir tahun ini. Dua lokasi bangunan yang diinginkan PDAM masuk dalam catatan aset milik perusahaan daerah itu, yakni bangunan ultra filtrasi dan Satuan Pengolahan Air Minum (Spam).

Fasilitas operasional produksi air bersih itu sudah dibangun Bidang Cipta Karya Provinsi sejak lama, namun belum pernah diserahterimakan aset kepemilikannya ke Pemkot Banjar. “Totalnya ada sekitar Rp 36 miliar, tapi kami menargetkan dua bangunan dulu dengan nilai aset mencapai Rp 20 miliar. Mudah-mudahan akhir tahun ini tercapai targetnya,” kata Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah Minggu (15/12).

Ia menjelaskan aset kekayaan itu harus segera diserahterimakan dari pemerintah provinsi ke PDAM melalui Pemkot Banjar. Sebab sudah menjadi temuan BPKP. “Iya itu salah satu temuan, asetnya belum diserahterimakan tapi operasionalnya sudah dijalankan. Jadi selama ini baru serah terima pengelolaan saja,” katanya.

Ia juga menjelaskan dasar hukum berupa perda untuk penyerahan aset dari Provinsi ke PDAM melalui Pemkot Banjar juga kini tengah digodok. Raperda masih dibahas Pansus DPRD Kota Banjar.

Selain dua bangunan itu, PDAM juga masih memiliki pekerjaan rumah bersama BBWS Citanduy dalam serah terima aset negara. Yakni sumber air baku Balokang Patrol. Sejak dibangun sekitar tahun 2015, bangunan yang kini masuk tahap penyempurnaan dengan nilai total anggaan mencapai Rp 17 miliar lebih itu belum juga diserahterimakan. Bahkan, belum beroperasi. “Sebetulnya bisa dioperasionalkan dengan serah terima pengelolaan terlebih dahulu karena untuk serah terima aset butuh waktu lama,” ungkap Pelaksana Teknis Air Baku BBWS Citanduy Surahman.

Namun PDAM enggan mengoperasikannya karena belum siap 100 persen menyuplai air bersih ke beberapa desa sekitar. Padahal, sejak dibangun, PDAM sudah berhasil menarik konsumen sebanyak 200 sambungan rumah (pelanggan). “Ini menjadi pekerjaan rumah bersama dan kami dari Pansus sedang mencari solusi untuk perda-nya, masih dalam pembahasan raperda. Nilai secara globalnya benar Rp 36 miliar untuk penyerahan aset beberapa bangunan yang nantinya harus dimiliki PDAM,” ujar Ketua Pansus DPRD mitra kerja PDAM, Supriadi. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.