Penyerapan Banprov Tertinggi Se-Jabar

311
1
Firgiawan / Radar Tasikmalaya PIDATO. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman berbicara dalam Musrenbang di Kecamatan Bungursari, Selasa (30/1).

Pemkot Optimis Bantuan Meningkat
BUNGURSARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya patut men­­dapat acungan jempol atas pe­nye­­rapan anggaran Bantuan Pro­vin­si Jawa Barat (Banprov Jabar) Ta­­hun Anggaran (TA) 2017 yang tem­­bus di angka 95,68 persen. Se­men­tara realisasi fisik mencapai 100 persen.

Dengan persentase tersebut, Kota Tasikmalaya saat ini menduduki posisi tertinggi di Jabar sebagai daerah yang menyerap kucuran Banprov 2017. Hal ini menjadi bukti bahwa segala kegiatan yang diusulkan ke provinsi dikerjakan dan bermanfaat bagi masyarakat. “Alhamdulillah saya dengar dari Biro Dalbang (Pengendalian Pem­ba­ngunan) Setda Provinsi Jawa Barat, da­ta sementara laporan penyerapan da­erah yang tertinggi itu Kota Ta­sik dengan angka mendekati se­ratus persen,” ujar Wali Kota Ta­sikmalaya Drs H Budi Budiman s­aa­t diwawancarai Radar usai meng­hadiri Musyawarah Rencana Pem­bangunan (Musrenbang) Kecamatan Bungursari, Selasa (30/1).

Budi merinci bantuan yang digulirkan Pemprov Jabar di tahun lalu sebesar Rp 217 miliar. Dana yang terserap mencapai Rp 207 miliar lebih. Sisa anggaran sebesar Rp 9,5 miliar yang tidak terserap dikembalikan ke kas provinsi. “Itu pun yang Rp 2,5 miliar lebihnya bukan kewenangan kami. Sebab itu ke Dinas Pendidikan yakni alat kesenian bagi SMK. Sehingga kita tidak serap. Untuk yang Rp 7 miliar itu merupakan efisiensi lelang kontrak kegiatan. Jadi alhamdulillah kita terbilang bagus penyerapannya. Sebab semua kegiatan yang menjadi kewenangan kami sudah dikerjakan,” papar dia.

Dia berharap optimalnya penyerapan banprov itu bisa menjadi catatan baik bagi pemprov dalam mengakomodir usulan pemkot untuk meningkatkan pembangunan. Bahkan di tahun ini pihaknya kembali mendapat kucuran banprov dengan nominal relatif lebih tinggi. “Kita juga sekarang dapat bantuan lagi di anggaran murni. Semoga di perubahan terjadi peningkatan lagi. Sehingga pembangunan yang kita rencanakan dapat berjalan optimal dan memberi kemanfaatan bagi masyarakat,” jelasnya.

Kasubag Pengendalian dan Evaluasi Program Bagian Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya Feri Arif M menjelaskan Banprov 2017 meliputi 80 kegiatan yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Kegiatan yang paling besar yakni pembangunan gedung baru di RSUD dr Soekardjo yang tembus Rp 19 miliar. “Dan hasil evaluasi kami, alhamdulillah pembangunan tahap satu sudah di angka 100 persen. Bersama beberapa kegiatan lain di tiap OPD relatif di angka 100 persen sesuai perencanaan,” pungkas dia. (igi)


1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.