Penyodomi 8 Anak Direhabilitasi

133
0
AKP Pribadi Atma SPd MH

SINGAPARNA – Ek (16), penyodomi delapan anak usia 5 sampai 10 tahun asal Kecamatan Singaparna dititipkan di Yayasan I’anatus Sibyan di Kota Banjar. Yayasan ini khusus untuk membina dan menangani pelaku kriminal di bawah umur.
Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya Aiptu Agus Kasdili mengatakan berkas perkara kasus delapan anak yang disodomi di Kecamatan Singaparna masih berada unit PPA.
Menurut Agus, berkas perkara tersebut belum sampai ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya. Karena masih ada berkas keterangan satu dari delapan korban sodomi yang belum lengkap. “Keterangan korban dan orang tuanya belum lengkap. Jadi biar sinkron dengan keterangan tujuh korban lainnya. Biar tidak berseberangan dengan keterangan korban lainnya,” ujar Agus saat di wawancara Radar di Ruang Unit PPA, Selasa (2/1).
Sementara dari hasil visum yang sudah dilakukan, terang Agus, sudah jelas kedelapan korban sodomi tersebut mempunyai bekas kekerasan seksual di bagian anusnya. “Kemungkinan besok (hari ini (3/1), Red), berkas keterangan satu korban sodomi dan orang tuanya bisa dilengkapi. Jadi paling telat berkas perkara sodomi, Kamis (4/1) atau Jumat (5/1) sudah bisa diserahkan ke kejaksaan,” terang Agus.
Menurut Agus, saat ini Ek tidak ditahan di Polres Tasikmalaya. Pelaku dititipkan di salah satu yayasan bernama I’Anatus Sibyan di Kota Banjar. “Yayasan atau tempat khusus para pelaku kasus tindak kriminal di bawah umur termasuk sodomi,” jelasnya.
Yayasan tersebut, kata Agus, sudah ditunjuk oleh pemerintah daerah khusus menangani pelaku kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur. Di sana para pelaku diberikan siraman rohani dan keagamaan termasuk pengajian. “Proses hukum tetap berjalan. Jadi nanti juga saat persidangan, kejaksaan pun akan menitipkan pelaku di yayasan tersebut,” terang dia.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi SPd MH menjelaskan proses hukum terhadap pelaku sodomi terus berjalan sampai ke persidangan dan vonis dari hakim. “Pelaku dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” jelas dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.