Penyuluh Pertanian Pegang Tiga Wilayah

46
UJUNG TOMBAK PERTANIAN. Kabupaten Pangandaran masih kekurangan penyuluh pertanian. Padahal penyuluh pertanian adalah ujung tombak untuk kemajuan pertanian. (Deni Nurdiansah / radartasikmalaya.com)

PARIGI – Jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Pangandaran belum ideal, mereka masih membutuhkan hingga puluhan orang.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Pangandaran Kodir Zulhaedir mengatakan jumlah penyuluh pertanian saat ini, hanya mencapai 46 orang mereka tersebar di beberapa desa.

Terdiri dari 18 orang berstatus  Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian, 12 orang Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Daerah (TBPPD) dan 16 orang berstatus PNS. “Jadi kita masih kekurangan penyuluh pertanian,” ungkapnya kepada Radar, Senin (4/5).

Menurut dia, dengan keterbatasan jumlah tenaga penyuluh pertanian, satu orang penyuluh harus memegang dua sampai tiga wilayah.

“Jelas dengan kurangnya jumlah tenaga penyuluh pertanian, mereka harus bekerja ekstra untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan  petani,” ujarnya.

Penyuluh pertanian, kata dia, merupakan ujung tombak dalam upaya meningkatkan kemajuan teknologi pertanian. “Wajar jika perkembangan para petani di Pangandaran agak melambat, ujarnya.

Idealnya, sambung dia, penyuluh pertanian di Pangandaran mencapai 148 orang, nantinya mereka akan disebar ke-93 Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKKP).

“Mudah-mudahan ke depan jumlah penyuluh pertanian bertambah, setiap tahun kita terus mengajukan untuk penambahan jumlah penyuluh pertanian,” tuturnya.

Kabid Penyuluhan Dinas Petanian Kabupaten Pangandaran Enjen Rohjena mengatakan selain memajukan teknologi pertanian, para penyuluh juga sangat berperan dalam peningkatan produksi dan kualitas produk pertanian.

Salah satu contohnya mereka melakukan penyuluhan dengan berbagai metode, seperti metode percontohan lahan, terangnya. (den)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.