Peradi Polisikan Konsultan Proyek

1509

TASIK – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Tasikmalaya melaporkan akun facebook milik seorang konsultan proyek pembangunan Nanang Nurjamil ke Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (27/11). Hal itu ditenggarai oleh postingan yang dianggap mencemarkan nama DPC Peradi Tasikmalaya.

Ketua DPC Peradi Tasikmalaya Andi Ibnu Hadi bersama rekan-rekan advokat lainnya datang ke Polres Tasikmalaya Kota dengan membawa screenshot postingan Nanang Nurjamil. Di situ terlihat ada daftar penerima hibah yang salah satunya adalah DPC Peradi Tasikamalaya yang ditandai dengan stabilo.

Andi mengatakan keterangan pada postingan yang diunggah Nanang Nurjamil menyebutkan legalitas dari lembaga-lembaga tersebut. Tentu pihaknya merasa dicemarkan karena Peradi punya badan hukum yang jelas. “Di situ disebutkan hanya dicatut namanya atau lembaga fiktif,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui me­nerima bantuan hibah dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp 150 juta. Dia menekankan bahwa wilayah Peradi Tasikmalaya yakni daerah-daerah di Priangan Timur. “Jadi bukan hanya Kota Tasikmalaya saja, di situ kan disebutkan hibah bocor ke mana-mana,” terangnya.

Postingan tersebut menuai reaksi warganet melalui komentar yang memandang negatif Peradi. Pihaknya merasa dirugikan karena nama Peradi menjadi tercemar. “Kami dirugikan, khawatirnya masyarakat jadi hilang kepercayaan kepada kami,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Nanang Nurjamil menjelaskan tidak berniat untuk menjelek-jelekkan lembaga yang ditandai dalam postingannya itu. Justru dia meminta aparat menyelidikinya supaya lembaga-lembaga itu tidak dicatut untuk mencairkan Bansos. Akan tetapi, jika Peradi merasa tersinggung atas postingan tersebut, dia minta maaf. “Saya khawatir nama-nama lembaga itu dicatut,” terangnya.

Menyikapi laporan polisi yang dilakukan Peradi, Nanang siap diperiksa ketika nanti dipanggil oleh kepolisian. Dia pun akan menjelaskan soal maksud dan tujuan dari postingan itu. “Saya akan kooperatif sebagai warga yang taat hukum,” terangnya.

Nanang menambahkan alasan dia memposting daftar tersebut di media sosial, karena lembaran itu merupakan dokumen publik. Sehingga menurutnya sah-sah saja jika dipublikasikan. “Kalau bukan dokumen publik saya juga tidak berani (memposting),” tuturnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.