Perajin Kayak Butuh Hak Paten

132
BUTUH HAK PATEN. Kerajinan kayak asal Pangandaran buatan Enda Nugraha butuh hak paten, Rabu (11/4). (Deni Nurdiansah/radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIJULANG – Perajin kayak di Kabupaten Pangandaran termasuk langka. Satu satunya yang bisa ditemukan ada di Kecamatan Cijulang. Dia adalah Enda Nugraha (35).

Dia memulai bisnis pembuatan kayak asli Pangandaran dari 2014. Bermula dari hobinya bermain rafting di arus deras.

”Sebenarnya sukanya 2011. Saya waktu itu pertama kali membuat kayak menggunakan kayu dan belum terpikir untuk berbisinis. Lalu, menginjak 2014 saya mulai mencoba membuat kayak dari fiber glass dan berani mulai menawarkanya secara online,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (11/4).

Responya cukup bagus. Bahkan pelangganya memang kebanyakan berasal dari luar daerah.

“Pelanggan saya banyak. Ada yang dari Cilacap, Sumatera, Sulawesi bahkan Papua,” terangnya.

Para peminatnya bermacam-macam ada dari komunitas wisata, komunitas mancing dan komunitas kayak.

“Bahkan ada orang luar yang beli di sini. Lalu, dibawa ke negaranya seperti Australia dan Timor Leste,” ucapnya.

Untuk harganya bermacam-macam. Tergantung ukuran dan jenisnya. Seperti kayak single yang harganya Rp 5 juta, double Rp 6 juta dan kayak fisihing seharga Rp 7 juta.

“Itu termasuk dayung dan jok,” tuturnya.

Saat ini, dia belum bisa mengirimkan secara langsung produk tersebut ke luar negeri. Persoalannya karena belum memiliki hak paten.

“Saya berencana ingin membuat legalitas atau hak paten. Namun, saat ini saya belum tahu tahapanya dengan benar,” ujarnya.

Dia pun mulai mencari referensi. Namun tetap saja ia memerlukan bimbingan terutama dari dinas terkait.

“Ya setidaknya juga kalau sudah kenal mungkin nanti bisa memberdayakan atau mengadakan pelatihan-pelatihan bagi yang berminat untuk menjadi perajin kayak,” katanya. (den)

loading...