Perajin Tusuk Sate di Saguling Baregbeg Ciamis Kebanjiran Order

180
0
TUSUK SATE
Teti tampak sedang membuat tusuk sata di pekarangan rumahnya. foto iman s rahman/ radartasikmalaya.com

CIAMIS – Menjelang dan sesudah hari raya Idul Adha para perajin tusuk sate di Dusun Babakan Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, kebanjiran order, Jumat (30/7).

Bahkan, para perajin menerima pesanan dari berbagai daerah di wilayah Priangan Timur.

Salah seorang perajin tusuk sate, Teti (45) mengatakan, sampai saat ini dirinya dan teman-teman kebanjiran order pembuatan tusuk sate.

Tusuk buatannya, dipasarkan ke Kota dan Kabupaten Tasik, Banjar, Garut, Pangandaran.

Dalam sehari, dia memproduksi hingga 20 ikat tusuk sate, berupa ukuran kecil  berisi 170 biji dan ukuran besar 100 biji.

“Dari hasil produksi tusuk sate ini ada pengepulnya juga. Harga Rp1000 rupiah per ikatnya. Dan kalau sudah di pasaran harganya itu Rp1.750 per ikat,” katanya.

“Kami bersyukur di  Idul adha ini pesanan sampai dua kali lipat dibandingkan hari biasa,” sambung Teti, seraya mengaku sejak tahun 2000 menggeluti profesinya ini.

Teti mengaku, meningkatnya pesanan tusuk sate ini tidak sebanding dengan kemampuaan produksi.

Sebab, pihaknya mengerjakanya secara tradisonal, menggunakan pisau dan golok.

“Kalau untuk bahan masih mudah, karena disini banyak  pohon bambu,” ucapnya.

Guna memenuhi pesanan yang cukup melonjak, lanjut Teti, pihaknya dibantu oleh saudara-saudaranya.

Ditambahkan Ujang Haerudin (51) salah seorang perajin, bahwa di Desa Saguling, hampir mayoritas warganya berprofesi perajin tusuk sate.

“Memang di sini sudah turun temurun berprofesi perajin tusuk sate. Banyak pengepul yang pada datang. Meski dibuat secara tradisional, namun kualitasnya tidak akan kalah dengan bikinan mesin,” tandasnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.