Perambah Hutan Harus Keluar, 150 Tim Gabungan Tertibkan Cagar Alam dan TWA Kamojang

52
0
TERTIBKAN. Tim gabungan menertibkan sebuah gubuk petani di kawasan Cagar Alam Kamojang Senin (25/11). Yana Taryana / Rakyat Garut

SAMARANG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama tim gabungan dari sejumlah unsur mengadakan operasi simpatik pemulihan daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Mereka melakukan penertiban di kawasan Cagar Alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA) Kamojang.

Operasi simpatik yang akan dilaksanakan selama empat hari ini untuk menertibkan penggunaan lahan ilegal di Kawasan CA dan TWA.

Kepala Subdit PPH Wilayah Jawa dan Bali KLHK Taqiuddin mengatakan pihaknya menerjunkan tim gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, BKSDA, Perhutani dan masyarakat. Langkah tersebut merupakan tindakan tegas terhadap penggunaan lahan secara ilegal di kawasan CA dan TWA, termasuk untuk kegiatan pertanian.

Tim yang diterjunkan dalam operasi simpatik itu sebanyak 150 orang. Mereka akan mendata berbagai temuan pelanggaran, kemudian menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan alih fungsi lahan hutan.

Jika masyarakat masih saja memanfaatkan lahan hutan untuk pertanian, kata dia, akan diberi peringatan, bahkan sanksi tegas hukuman pidana.

”Kalau masih ada kegiatan setelah operasi simpatik ini bisa diproses hukum,” ujar saat melepas tim gabungan Operasi Simpatik DAS Citarum di Kamojang, Kabupaten Bandung, Senin (25/11).

Menurut dia, tim gabungan yang disebar menjadi empat kelompok ini bertugas menyusuri kawasan DAS Citarum selama empat hari.

Operasi simpatik selama empat hari itu, kata dia, akan melakukan tindakan persuasif seperti meminta untuk tidak melakukan aktivitas penanaman di lahan hutan konservasi.

”Mereka (pelaku alih fungsi lahan, Red) harus keluar dari kawasan, apalagi penggunaannya tidak sesuai peruntukan,” katanya.

Hasil pendataan di lapangan, kata dia, 150 hektare dari 8 ribuan hektare lahan cagar alam dan taman wisata alam Hutan Kamojang telah beralih fungsi menjadi pertanian. “Tersebar di beberapa titik,” terangnya.

Dalam operasi hari pertama ini, kata dia, tim gabungan berhasil menertibkan saung bambu di areal lahan hutan tersebut. Selama ini di kawasan tersebut digunakan perambah hutan menjadi areal pertanian sayuran. “Saat ditertibkan petaninya sudah tidak ada di lokasi. Jadi kita robohkan supaya tidak kembali ke lokasi,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.