Perampok Bidan Berbadan Tegap

266
0
ilustrasi

CIAMIS – Polsek Pamarican, Ciamis AKP Subagja SH, kemarin (14/10) mendapatkan ciri-ciri perampok yang menyekap keluarga bidan di Desan Bangunsari, Pamarican, Ciamis dua hari lalu.
Menurut AKP Subagja, salah satu ciri pelaku perampokan di rumah keluarga Dedi bin Kamsudi (53) dan Sumiati Minawati (50) itu berbadan tegap. Namun, untuk muka mereka, kata dia, tidak bisa dikenali korban karena menggunakan penutup muka.
Dia menduga perampokan di rumah Dedi itu telah dipersiapkan dengan matang. Mereka diduga sudah mengintai rumah korban sehingga sudah tahu situasi. Mereka juga menyiapkan peralatan, seperti lakban, golok dan senjata api. “Mengenai persoalan apakah orang dekat atau tidak, kami masih terus lidik (penyelidikan, Red). Namun pada intinya kami meminta bantuan dan doanya masyarakat Kabupaten Ciamis supaya pelakunya cepat tertangkap,“ terangnya kemarin.
Apakah para pelaku masih di Ciamis? “Bisa saja (mereka) sudah melarikan diri keluar Ciamis,” terang Subagja.
Kapolsek tak memungkiri di wilayah hukumnya, tahun 2017 ini, rawan aksi-aksi kejahatan pencurian. Mulai bobol rumah hingga perampokan. Untuk itu, pihaknya selaku bergerak melakukan patroli selama 24 jam. Namun dengan keterbatasan personel, tentunya berharap masyarakat juga membantu mengamankan wilayah dengan meningkatkan ronda malam. “Intinya kita akan terus mengungkap kasus ini semoga pelaku bisa tertangkap,” ujarnya.
Sebelumnya, kasus kejahatan di malam hari terjadi lagi di Ciamis. Jumat dini hari (13/10), keluarga bidan di Dusun Karangsari Desa Bangunsari Kecamatan Pamarican disekap komplotan rampok.
Para penjahat mengambil emas dan uang tunai milik korban. Korban menderita kerugian mencapai Rp 142 juta.
Hasil olah tempat kejadian perkara, empat perampok yang masuk ke rumah keluarga pasangan bidan dan pegawai bank, Dedi bin Kamsudi (53) dan istrinya, Sumiati Minawati (50).
Kapolsek Pamarican AKP Subagja SH menjelaskan Dedi, Sumiati dan putra mereka Tomas Adi Pangestu (16) disekap para perampok di kamar tengah. Ketiganya diikat menggunakan lakban. Mereka lalu membawa kabur emas dan uang tunai Rp 21 juta. Total kerugian, kata dia mencapai Rp 142 juta.
AKP Subagja menjelaskan Jumat tengah malam, Tomas yang tidur di kamar depan mendengar suara kaca kaca. Dia langsung bangun. Keluar kamar.
Saat keluar kamar, dia melihat empat orang –yang sudah merusak pintu depan— langsung menyekapnya. Mereka mengikat tangan remaja yang masih berstatus pelajar itu menggunakan kain sarung. Mulutnya dilakban.
Para perampok lalu menggiring remaja itu ke kamar tengah yang ditempati ibu dan ayahnya. Dedi dan Sumiati lalu mereka sekap. Mulut pegawai bank yang bertugas di Kota Banjar dan bidan itu juga dilakban. ”Pengakuan korban kepada kami, disatukan penyekapan di satu kamar tengah,” jelas AKP Subagja.
Berdasarkan penuturan korban, kata kapolsek, para perampok menggunakan penutup wajah dan topi. Mereka juga menggunakan sarung tangan. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.