Perampok Indomaret Empat Ditangkap, Satu Buron

130
0
EKSPOSE. Polres Tasikmalaya melakukan ekspose pelaku perampokan Indomaret di Jalan Cintaraja Singaparna, Selasa (28/5). Insert. Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK menunjukkan airsoft gun yang digunakan pelaku saat merampok minimarket. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

MANGUNREJA – Polres Tasikmalaya berhasil mengamankan empat dari lima pelaku perampok Indomaret di Jalan Cintaraja, Singaparna yang dilakukan pada Minggu (12/5) lalu.

Keempat perampok yang berhasil ditangkap yakni NH (25) asal Bandung, UN (22) Pancatengah, IB (31) asal Kabupaten Garut, (Ah) (29) yang kemudian dilimpahkan ke Polres Soreang karena melakukan aksinya dua kali di Cianjur dan Soreang, Bandung. Sementara satu pelaku lagi Eg masih buron.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK menjelaskan keempat pelaku berhasil ditangkap saat beraksi melakukan perampokan minimarket di wilayah Cianjur. “Kita berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang lokasinya di Indomaret Cintaraja, pada Minggu (12/5) lalu. Berselang waktu dua minggu mengungkap dan kita tangkap empat tersangka,” terang Dony, Selasa (28/5).

Menurut Dony, keempatnya berhasil ditangkap setelah hasil pengembangan Satreskrim Polres Tasikmalaya. Para pelaku juga melakukan aksinya di wilayah Soreang Bandung dan Cianjur. “Kita berhasil melakukan penangkapan di Cianjur. Kita bawa ke Polres Tasik untuk diamankan dan diproses hukum, sementara satu pelaku Ah dilimpahkan ke Polres Soreang,” katanya.

Dalam menjalankan aksinya, kata dia, para komplotan rampok ini menggunakan airsoft gun, samurai dan mengendarai sepeda motor dengan wajah tertutup masker serta helm. “Senjata api yang ditodongkan kepada pegawai minimarket adalah airsoft gun. Apabila ditembakkan mengeluarkan suara keras, pelurunya dari gotri jarak dekat cukup bisa melukai korban,” jelasnya.

Sebelum ditangkap, tambah dia, para pelaku melakukan aksinya di Cianjur. Bahkan melukai pegawai minimarket dengan menembak pakai airsoft gun. “Ya para pelaku adalah residivis baru keluar penjara di Garut dalam kasus yang sama, baru keluar penjara 29 April 2019. Kemudian mereka 12 Mei melakukan aksinya di wilayah hukum kita,” tambah dia.

Jelas dia, para pelaku memiliki peran berbeda saat menjalankan aksinya. Satu orang masuk dan menodongkan pistol ke pegawai, satu orang mengawasi di luar, satu lagi menutup pintu atau garasi yang mau ditutup pegawai. “Modus pelaku ini menunggu minimarket mau tutup, pas mau ditutup mereka langsung beraksi,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, kata dia, nekat merampok minimarket karena terdesak kebutuhan ekonomi. “Mereka mengaku tidak punya uang dan mencoba peruntukannya dengan merampok pas mau Lebaran,” paparnya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Pribadi Atma SPd MH menambahkan keempat pelaku dijerat pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian kekerasan dengan ancaman sembilan tahun dan maksimal 12 tahun penjara. “Barang bukti yang diamankan satu pucuk pistol airsoft gun merek WG321, jaket abu, kaus warna hijau, motor Mio, Honda Astrea, samurai dan lainnya,” terangnya.

NH (25), salah satu pelaku asal Bandung mengaku ikut melakukan aksi perampokan di tiga TKP, satu di Tasikmalaya dan dua Bandung. “Di Bandung dua kali di Soreang dan Cimulu. Kami mencuri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi karena mau Lebaran,” paparnya.(dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.