Beranda Nasional Perannya Sangat Vital, Inilah Ibu Ibu Hebat Itu

Perannya Sangat Vital, Inilah Ibu Ibu Hebat Itu

BERBAGI

Jasa seorang ibu patut dihargai dan begitu besar jasanya untuk anak-anaknya maupun keluarga. Maka, tak heran jika setiap tanggal 22 Desember senantiasa diperingati selaku Hari Ibu Nasional.

Lalu apa makna Hari Ibu di mata para tokoh perempuan di Kota Tasikmalaya? Bagi Istri Wali Kota Tasikmalaya Hj Eti Attiah Budiman Hari Ibu harus dijadikan bahan evaluasi para ibu dalam mendidik dan meningkatkan perannya. Agar mengarahkan anak- anaknya kelak menjadi penerus bangsa yang unggul. ”Saya mengajak semua kaum ibu menjadikan Hari Ibu ini untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Siapa presiden pilihan mu nanti di 2019 ?
Hj Eti Attiah Budiman

 

Eti berpesan memaknai Hari Ibu ini, harus lebih mengutamakan untuk mengingat jasa seorang ibu. Karena keletihan yang dialami, curahan perhatian kepada anak dan juga pengabdiannya terutama saat hamil, melahirkan, menyusui dan mendidik sampai dewasa. “Jadi hari ini menjadi momentum meningkatkan bakti terhadap orangtua. Yang mana segala pengorbanannya dalam membesarkan anak-anak tanpa mengharapkan balas jasa dari kita. Namun kita berkewajiban untuk membahagiakan,” tandasnya.

 

 

Sedangkan, bagi istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Hj Rukmini Yusuf mengatakan peringatan Hari Ibu bukan dimaksudkan untuk sekadar diucapkan. Namun hari ini ada yang lebih penting, bagaimana dalam kesehariannya seorang ibu mampu menjadi salehah dan penuh rasa tanggung jawab. “Kemudian kewajibannya memberikan perhatian dan kasih sayang kepada keluarga, dan seorang ibu selalu memberikan kasih sayangnya dengan tulus,” katanya.

Hj Rukmini Yusuf

Istri Sekda Kota Tasikmalaya Dr Eva Arifah Rosmayudi MSi mengungkapkan peran seorang ibu di keluarga begitu vital dalam memenej berbagai hal. Salah satunya dalam mendampingi fase tumbuh kembang putra-putrinya supaya pertumbuhannya bisa berjalan optimal. “Ibu merupakan sosok penting dalam keluarga. Terbentuknya karakter anak tidak terlepas dari peran seorang ibu dalam mendidik dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak,” ungkapnya.

Dr Eva Arifah Rosmayudi MSi

Perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II STIA YPPT Priatim Tasikmalaya menambahkan di era teknologi ini, para ibu harus menguasai kemampuan di bidang informasi dan teknologi (IT). Sebab, tidak dipungkiri gadget yang digunakan anak bisa mengakses banyak hal baik yang bermuatan positif maupun negatif. “Seorang ibu dituntut meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam berbagai bidang. Terutama, bidang informasi dan teknologi. Sehingga dapat mengimbangi kemajuan pengetahuan yang diserap anak-anak diluar rumah,” pesannya.

 

Sementara, bagi owner d’Lemonie Ani Sri Mulyani (37), menjadi seorang ibu merupakan fase yang luar biasa bagi seorang wanita. ”Sebelum berwirausaha seperti sekarang, saya pernah bekerja sebagai akunting di perusahaan multinasional selama 13 tahun,” ujar ibu dari Raisya Faghfirly Jannatunnisa (6) dan Rayna Auritsni Khalodaturrizki (1,5) ini.
Pekerjaan tersebut, sambungnya, sangat menyita waktu. Dengan berbagai pertimbangan, Ani pun memutuskan resign dari perusahaan tersebut. ”Saya lakukan demi anak-anak agar mereka lebih terurus. Terlebih ibu itu harus menjadi madrasah pertama bagi anaknya,” kata Ani.

Ani Sri Mulyani

Perempuan hebat lainnya, Laksmie W Enies SE SH MKN seorang dosen di STHG memposisikan diri sebagai sahabat untuk kedua anaknya, Rizqy Ronald (8) dan Raska Ronald (2). “Dalam pola asuh, saya tak hanya memosisikan diri sebagai orang tua, tapi juga sebagai sahabat bagi anak-anak,” ujar perempuan yang akrab disapa Mia ini.

Laksmie W Enies SE SH MKN

 

 

Menurut perempuan kelahiran Malang 30 Maret 1980 ini, di masa pertumbuhan, anak memerlukan sahabat untuk menemani bermain, menonton acara kesayangan, berbagi cerita tentang superhero, atau cerita pengalaman seharian di rumah atau di sekolah. “Dengan memposisikan sebagai sahabat, bisa membuat anak lebih terbuka karena posisi mereka sejajar, bisa saling mengisi, lebih betah dan asyik,” ujar istri Kasubagbin Kejaksaan Negeri Singaparna Robbi Ronald.

 

 

 

 

Tantangan seorang ibu di jaman teknologi cukup berat. Bahkan teknologi ini bisa mengurangi peran orang tua dalam mengasuh anak, sehingga para ibu harus punya strategi agar tetap bisa menjadi pendidik utama. Hal ini diungkapkan Lucy Dian Rosalin (39) seorang MC kondang sekaligus ibu dari tiga orang anak. “Perkembangan teknologi setahun terakhir ini begitu melesat. Anak-anak sudah terbiasa dengan gadget. Fenomena ini menjadi tantangan bagi para ibu,” ujar ibu dari Alifa Augustin (14), Masayu Herdian (10) dan Bintang (5).

Lucy Dian Rosalin

 

Lucy mencontohkan jika dulu anak-anak meminta bantuan ibunya saat mengerjakan PR yang sulit, kini mereka (anak-anak) lebih sering searching Google untuk mencari solusi. “Disadari atau tidak, ternyata teknologi ini mereduksi peran orang tua,” kata Lucy yang juga owner Sekolah Komunikasi Miracle ini.

 

 

Selain mendidik, seorang ibu juga harus bisa menjadi figur atau teladan bagi anaknya. Melalui prestasi dan kiprahnya di dunia pendidikan, Ir Mia Sumiarsih MM layak menjadi inspirasi bagi banyak ibu.
Mia sudah berkarir di pendidikan sejak 20 tahun yang lalu. Ia merupakan dosen di berbagai perguruan tinggi, di antaranya LP3I dan STT YBSI. Bahkan, kini Mia pun memimpin Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Bina Profesional Mandiri (LP3BPM) yang beralamat di Jalan Peta No 53 Kota Tasikmalaya. “Dunia pendidikan merupakan passion saya. Moment yang membahagiakan bagi saya ketika berada di tengah-tengah mahasiswa,” ujar istri dari Budiyanto ini.

Ir Mia Sumiarsih MM

 

 

Ketika belajar, sambungnya, para mahasiswa ini sedang mengukir masa depan. Itulah yang membuat Mia merasa bertanggung jawab untuk bisa ikut berperan dalam mengantarkan mereka mewujudkan cita-citanya.

 

 

 

Di era digital ini, kaum ibu pun dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman. Hal ini diungkapkan Humas Sekolah Tinggi Teknologi YBS Internasional (STTYBSI) Tasikmalaya Renny Ressy (37).
Menurut Ressy, para ibu perlu menjadi sosok teladan yang berwawasan luas dalam menghadapi era modern. Edukasi ditambah bekal ilmu agama dapat menjadi modal penting para ibu untuk mewujudkan keluarga kokoh. “Ibu adalah pendidik pertama dan utama untuk anak bersama suami,” ujar ibu dari Rafa dan Tristhan ini.

Renny Ressy

 

Makanya, Ressy berusaha memberikan perhatian penuh kepada dua buah hatinya, kendati ia disibukkan dengan pekerjaan. “Setiap harinya harus ada quality time. Kita biasa solat Magrib berjamaah, lalu mengaji bersama. Ini sudah jadi kultur keluarga kami,” kata Ressy yang juga Manager TUK Buana ini. (igi/yfi/ais/na)

loading...