Perbaikan Kirmir Tunggu Pencairan

18
Harun Alrasyid

BANJAR – Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Kota Banjar Harun Alrasyid mengatakan tak ada yang benar dan salah dalam konstruksi pembangunan kirmir atau tebing penahan tanah (TPT) di Sungai Cibeber yang ambruk.

Kata Harun, kirmir bisa dibangun baik sedikit miring atau tegak lurus dengan menyesuaikan kondisi tanah.

“Itu tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah konstruksinya, semua menyesuaikan situasi. Tergantung kebutuhan untuk menahan tanah itu amannya bagaimana,” kata Harus Kamis (14/2).

Secara spesifik, Harun tidak menjelaskan konstruksi yang benar untuk kirmir Sungai Cibeber harus dibangun seperti apa. Namun yang jelas, kata dia, pemerintah kota akan secepatnya memperbaiki kondisi kirmir yang rusak.

Namun tidak bisa diprediksi kapan pengerjaannya. Sebab masih menunggu pencairan anggaran awal tahun ini.

“Saya tidak mau mengira-ngira akan ditangani bulan kapan, karena nanti kalau meleset saya yang ditagih janjinya oleh warga. Pokoknya tahun ini akan kami perbaiki berbarengan dengan perbaikan-perbaikan yang lain karena banyak yang harus ditangani, tidak hanya di Sungai Cibeber itu saja,” kata dia.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Binangun Agus berharap kerusakan segera diperhatikan dan ditangani karena menyulitkan warga untuk beraktivitas. Minimal, kata dia, jalan aman untuk dilalui meskipun sementara. “Karena itu jalan satu-satunya Gang Cibeber, salah satu jalan akses antar desa dan kelurahan juga,” katanya.

Ketua RW 04 Kampung Sumanding Wetan Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar Awang Sungkawa (57) mengaku tak lama setelah amblasnya kirmir dan tiang pengaman, dirinya langsung melaporkan ke kelurahan. Namun hampir dua minggu kondisi tetap dibiarkan dan kerusakan semakin parah.

“Yang dikhawatirkan itu ketika malam hari. Sudah ada laporan dari warga yang melintas jalan itu banyak yang terperosok saat malam hari. Selain gelap, jalan yang lebarnya hampir 1,5 meter itu kini sebagian yang ambruk tinggal tersisa 20 sentimeter saja jadi sangat berbahaya jika dilewati, apalagi oleh kendaraan,” katanya. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.