Beranda Bisnis Perbanyak Tenant Berskala Besar di Mall Lokal

Perbanyak Tenant Berskala Besar di Mall Lokal

363
BERBAGI
UBAH STRATEGI. Mall Plaza Asia menggandeng berbagai tenant besar untuk mempertahankan tingkat kunjungan masyarakat. Hal ini seiring maraknya transaksi belanja secara online.

TASIK – Adanya peralihan pola belanja dari offline menjadi online sangat dirasakan dampaknya oleh sektor ritel. Namun di 2018 ini sektor retail optimis bisa tumbuh dengan melakukan berbagai strategi.
Pengurus Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Barat Lucy Sosilawaty mengatakan ada berbagai strategi yang bisa diterapkan untuk menggenjot bisnis pusat perbelanjaan yakni menghadirkan tenant-tenant besar skala nasional di mall lokal.

Misalnya Plaza Asia Sumedang yang baru-baru ini membuka Cinema XXI. Sebelum adanya bioskop, jumlah pengunjung Asia Sumedang tidak berkembang signifikan. “Setelah adanya tenant besar, jumlah pengunjung terdongkrak,” ujar Lucy yang juga menjabat Manager Marketing Plaza Asia Tasikmalaya.
Begitupun di Plaza Asia Tasikmalaya, dalam waktu dekat ini akan membuka tenant baru seperti Caption yang menjual perlengkapan tempat tidur serta Gokana resto Jepang. “Adanya tenant-tenant besar ini bisa ikut menghidupkan tenant-tenant lain,” katanya.

Siapa presiden pilihan mu nanti di 2019 ?

Plaza Asia saat ini memiliki lebih dari 100 tenant yang 25 persennya merupakan tenant skala besar seperti Cinema 21, KFC, Texas, Solaria, Pizza Hut, Ace Hardware, Bread Talk dan lain-lain.
Strategi lainnya mengoptimalkan tenant sektor makanan dan minuman. Sektor ini diuntungkan dengan pola hidup masyarakat yang tetap membutuhkan lokasi representatif untuk sekadar makan atau melakukan pertemuan dengan koleganya. “Di 2018 ini Foodcourt Plaza Asia hadir dengan konsep yang lebih fresh dan modern,” katanya. Lahan Foodcourt ini pun diperluas sehingga menampung banyak tenant kuliner.
Selain itu, lanjutnya, Mall juga harus mengikuti perkembangan teknologi. Salah satunya dengan melakukan sinergi dengan penyedia jasa transportasi online. “Khusus tenant makanan dan minuman mampu bersinergi dengan penyedia layanan aplikasi pemesanan makanan secara online,” tambah Lucy.
Pemesanan makanan secara online ini pun mampu mendongrak pendapatan dari tenant makanan. Kondisi ini terbukti mampu mempertahankan tingkat kunjungan mall. Makanya Plaza Asia akan menyediakan tempat relax and recarge untuk para driver transporasi online yang sedang memesan makanan di tenant Plaza Asia.

Lucy juga optimis mall masih bisa menorehkan pertumbuhan yang bagus di 2018 ini karena masih banyak masyarakat yang senang berbelanja secara langsung ke mall. “Ibu-ibu itu kalau belanja inginnya melihat atau mencoba barang secara langsung. Ini perbedaan paling mendasar dibandingkan dengan belanja online,” ujar Lucy.

Lanjutnya, kunjungan lebih dari seribu konsumen tiap harinya di Plaza Asia menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat untuk berbelanja offline masih tinggi. “Selain itu, tahun 2018 yang merupakan tahun politik, juga berpotensi untuk menggenjot pertumbuhan bisnis ritel. Hal ini dikarenakan biasanya tingkat belanja meningkat,” terangnya. (na)

loading...