Perbatasan Ciamis-Tasik Rawan Peredaran Narkoba

192
1
Kompol Ricky Lesmana Kepala Seksi Brantas BNN Kabupaten Ciamis

CIAMIS – Wilayah Ciamis masuk ke dalam daerah rawan peredaran gelap narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) Ciamis daerah perbatasan Ciamis dengan Tasikmalaya menjadi salah satu kawasan yang rawan per­edaran barang mema­bukkan ini.

Kepala Seksi Brantas BNN Kabupaten Ciamis Kompol Ricky Lesmana menjelaskan berdasarkan datanya wilayah yang rawan peredaran gelap narkotika berada di wilayah dekat perbatasan Tasikmalaya-Ciamis. “Karena dari beberapa kasus memang di wilayah itu selalu ada saja yang kami amankan terkait narkotika,” ujarnya saat diwawancarai Radar, Jumat (22/11).

Kasus yang paling menonjol, kata mantan Kabagops Polres Tasikmalaya Kota ini yaitu kasus penyalahgunaan obat-obatan.

Namun demikian ada juga yang ditangkap, karena keterkaitan dengan shabu-shabu dan ganja. Jumlahnya cukup besar di atas tiga gram. Kalau ganja di atas 5 linting.

Pasien yang direhabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba di Ciamis tahun 2018, kata dia, cukup banyak. Jumlahnya mencapai sekitar 60 orang.

Seksi Brantas, kata Ricky, menindaklanjuti empat kasus narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi. Jumlahnya mencapai 100 butir dari Bandung. Narkoba tersebut dikirim ke Pangandaran melalui Ciamis.

“Jadi kalau kita berkaca dengan kejadian tahun lalu dan sekarang maka disimpulkan bahwa Ciamis sudah masuk kategori rawan penyalahgunaan narkoba, “ tuturnya.

Daikui Ricky memang untuk 2019 baru satu kasus yang pihaknya tangani yakni kasus EK. “Karena kami memang fokus kepada bandar atau pengedar. Jadi bukan kepada penyalahguna narkoba. Artinya kami hantam hulunya, kalau untuk penggunanya berdasarkan hasil assessment bahwa dilakukan rehabilitasi, “ tuturnya.

Terkait kelanjutan kasus EK, kata Ricky, saat ini pihaknya masih mengejar anak buah janda asal Kota Tasikmalaya ini.

“Memang upaya kami juga saat ini dalam mengungkap narkoba seperti ini kami lebih fokus kepada atasannya sebagai sumber bahan atau pemodal,” tegas perwira menengah ini.

Dalam wawancara terpisah, Yudi Riyadi SE SI Pust MPd dari Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kabupaten Ciamis mengaku sangat miris atas maraknya peredaran narkotika dan obat -obat terlarang di Kabupaten Ciamis.

“Kita mendukung penuh upaya kepolisian, BNN dan penegak hukum untuk memberantas peredaran narkoba ini. Selain itu juga masyarakat sekitar jangan merasa takut atau apa untuk melapor jika menemukan kegiatan-kegiatan yang berbau kejahatan narkotika di sekitar lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis, kata Yudi, harus bertindak tegas. Mereka harus menutup akses-akses wilayah perbatasan yang menjadi jalur keluar masuknya peredaran narkoba, terutama wilayah-wilayah perbatasan.

“Paling tidak terus berupaya melakukan kerja sama dengan kepolisian dalam melakukan razia-razia penyakit masyarakat di berbagai lapisan dan wilayah,” ujarnya. (isr)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.