Perbatasan Pangandaran Dijaga Ketat Petugas

187
0
SPANDUK. Sebuah spanduk buatan warga terkait larangan berkumpul untuk pencegahan corona di Kecamatan Parigi, Senin (30/3). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran memutuskan melakukan pengetatan wilayah perbatasan, untuk mencegah masuknya virus corona ke Pangandaran.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan  setidaknya ada lima titik perbatasan yang akan dijaga ketat oleh petugas. ”Kami sudah berembuk dengan Kodim, Polres dan Kejaksaan soal pengetatan wilayah perbatasan,” ujarnya kepada Radar, Senin (30/3).

Baca juga : Pangandaran tak ada yang Positif Corona

Menurutnya, pertimbangan tersebut tidak lain karena melihat lonjakan pendatang yang sangat luar biasa sejak hari Sabtu (28/3). ”Pendatang baru setidaknya ada 188 orang dan sekarang sudah ada setidaknya 400 orang,” jelasnya.

Lanjut Jeje, jumlah tersebut baru yang terdata saja, belum lagi mereka yang tidak terdata. ”Intinya masih ada yang belum terdata sama sekali,” ucapnya.

Namun pihaknya tetap akan terus mendata para warga pendatang yang masuk ke Pangandaran. ”Ini sebagai kontrol kita untuk mencegah penyebaran virus corona,” tuturnya.

Loading...

Baca juga : Tahapan Pilkada Kabupaten Tasik & Pangandaran Resmi Ditunda

Jeje mengatakan  lima perbatasan yang akan dijaga antara lain Ciparanti, Sindangsari, Cimerak, Langkaplancar, Kalipucang dan Padaherang.

Sementara itu, mengenai penghentian transportasi publik yang masuk dan keluar Pangandaran akan dievaluasi pada tanggal 14 April mendatang. “Yang jelas untuk saat ini  moda transportasi darat dihentikan operasionalnya,” tegas Jeje. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.