Percepat Pembentukan DOB Garsela

28
0
OPTIMISTIS. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menyebut saat ini Pemerintah Kabupaten Garut berupaya mempercepat pembentukan DOB Garut Selatan. Salah satu yang dilakukannya yakni pemutakhiran data. yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus berupaya membantu percepatan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Garut Selatan (Garsela). Salah satu yang dilakukan yakni membantu pemenuhan persyaratan kajian berkaitan pemutakhiran data yang disesuaikan dengan peraturan baru serta perkembangan sosial ekonomi politik.

“Kita bantu terus percepatan pemekaran ini. Kami sudah jelas ingin ada DOB di Garut,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan Rabu (4/12). Saat pemkab membantu proses perbaikan data yang saat ini sudah diminta oleh Kementerian Dalam Negeri.

Pihaknya melalui Asisten Administrasi Bidang Pemerintahan dan Bagian Pemerintahan Setda Garut sudah melakukan sosialisasi berkaitan pemutakhiran data sampai penyusunan perubahan administrasi sesuai format ketentuan baru yang diminta pemerintah pusat di 16 kecamatan di wilayah Garut Selatan. “Sosialisasinya sudah dilakukan, tetapi hasilnya belum ada laporan. Apa saja yang harus diperbaikinya, saya belum tahu,” kata dia.

Sebanyak 16 kecamatan yang masuk DOB Garut Selatan adalah Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Mekarmukti, Pakenjeng, Bungbulang, Caringin, Talegong, Cisewu, Pamulihan, Cisompet, Cihurip, Peundeuy, Singajaya, Banjarwangi dan Cikajang.

Terpisah, Dewan Penasihat Presidium Garsel Suryaman Anang Suatma mengatakan pemutakhiran data yang dilakukan Pemkab Garut dilakukan untuk memudahkan kajian lanjutan. Selain itu sebagai lampiran persetujuan bupati dan DPRD Garut untuk disampaikan ke Provinsi Jawa Barat. “Hasil Pemutakhiran data ini paling akhir 20 Desember sudah masuk provinsi,” katanya.

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan itu mengingatkan kabupaten lain yang sudah berproses dan masuk penilaian untuk pemekaran di Jawa Barat, seperti Sukabumi Utara dan Bogor Selatan agar melakukan hal sama mengenai pemutakhiran data disesuaikan format ketentuan baru untuk persiapan DOB. Pemutakhiran data tak bisa diabaikan karena adanya berbagai perubahan dan perkembangan terjadi di masing-masing daerah.

“Dulu, di selatan itu belum ada jalan nasional. Sekarang sudah ada. Tentu ini berpengaruh terhadap perkembangan wilayah, termasuk pertumbuhan penduduknya. Belum lagi dari sisi perekonomian, sekarang ini perbankan sudah ada di hampir setiap kecamatan,” ujarnya.

Makanya, kata dia, perlu ada penyesuaian data sebagai antisipasi untuk memenuhi syarat kajian pembentukan DOB. Meskipun belum ada agenda pemekaran secara nasional, tapi bila segala sesuatunya sudah diantisipasi sejak dini maka kita sudah siap ketika pemekaran dilaksanakan.

Menurut dia, kendati belum ada ketentuan baku, format serta tata naskah mengenai pemberkasan penyiapan DOB yang disusun tak terlepas dari arahan Biro Pemeritahan Pemprov Jabar dan Dirjen Otonomi Daerah melalui Sub Dit Penataan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Suryaman menyebutkan calon ibu kota DOB Garsela sudah ditetapkan, yakni di Kecamatan Mekarmukti. “Untuk pendopo di Mekarmukti bahkan sudah dilakukan feasibility study (studi kelayakan) dan DED (detail engeneering design) ibu kota pun sudah beres,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.