Perda Kawasan Tanpa Rokok Akan Kembali Dibahas

32
0
DIAJUKAN. Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kembali diajukan dalam Propemperda tahun 2020 Rabu (27/11). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
DIAJUKAN. Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kembali diajukan dalam Propemperda tahun 2020 Rabu (27/11). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Diajukanya kembali Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) membuat Dinas Kesehatan sumringah. Pasalnya Perda tentang KTR memang wajib untuk disahkan.

Kabid Kesehatan Masyrakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pangadnaran Sobirin mengatakan Perda KTR merupakan sebuah kewajiban, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan.

”Jelas hal itu memberikan kewenangan bagi pemda untuk membuat Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok,” jelasnya kepada Radar, Rabu (27/11).

Menurut dia, tahapan untuk Perda KTR sendiri sudah ditempuh dan beberapa kali dilakukan pembahasan dalam sidang paripuran DPRD.

”Namun ada beberapa hal yang masih mengganjal, salah satunya mengenai penentuan kawasan tanpa rokok itu sendiri, dimana ada pro kontra kawasan wisata dijadikan kawasan tanpa rokok,” katanya.

Lanjut dia, perumusan mengenai kawsan tanpa rokok itu sebenarnya harus bisa dipecahkan secara cepat. ”Karena Perda KTR ini saya kira sudah urgen sekali, karena menyangkut tentang kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Ia optimis Raperda KTR akan disahkan menjadi Perda KTR pada tahun 2020 mendatang. ”Saya optimis karena ketua dewan sudah mendorong agar perda ini cepat rampung, tidak boleh ada istilah tertunda lagi,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran Solihudin mengatakan Perda KTR ini sempat ditarik kembali dari pembahasan, sebagai mekanisme untuk diajukan kembali dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2020. ”Mudah-mudahan bisa disahkan tahun depan,” ujarnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.