Perda Lahan Abadi di Kota Tasik Ternyata Mandeg

101
0

INDIHIANG – Menyusutnya lahan pertanian di Kota Tasikmalaya ternyata terus berlanjut, hingga perlu diminimalisir.

Meski visi daerah menjadi kota industri dan jasa, namun tetap memerlukan lahan pertanian dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Ichwan Saffa mengatakan, sejatinya Pemkot sudah berupaya melindungi lahan pertanian produktif.

Sejak 2017 lalu, sudah dibuatkan rencana penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B).

“Hanya saja, sampai sekarang belum juga diusulkan untuk kami (DPRD, Red) bahas,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (17/7).

Ichwan menerangkan, Komisi II terus mendorong dan membantu dari sisi persiapan Perda tersebut. Bahkan sudah berulang kali berdiskusi dengan segenap pihak, supaya Perda itu terealisasi segera.

“Sudah ke Kementerian Pertanian juga. Di sana ketahuan, bahwa ada dua persepsi ketika suatu daerah dalam menyusun regulasi ini (PLP2B),” terangnya.

Politisi PBB itu menandaskan idealnya ketika Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di setiap daerah disusun, harus berdasarkan Perda PLP2B terlebih dahulu.

Penentu koordinat awal yang menandai titik mana saja lahan produktif yang harus dilindungi. “Sementara, faktanya kita RDTR dulu yang sudah ada PLP2B-nya belum, terbalik. Ini dua persepsi berbeda,” tandasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Munir Setiawan menuturkan, sejauh ini rencana penyusunan Perda tersebut, baru sampai tahap sosialisasi di tingkat kecamatan.

Termasuk pembahasan dan kajiannya masih di internal Pemkot. “Memang perlu sesegera mungkin direalisasikan. Supaya lahan produktif bisa diupayakan dengan serius untuk dipertahankan,” tukasnya. (rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.