Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

Peredaran Daging Beku Impor di Garut Bikin Resah Warga

96
0
Ilustrasi

KARANGPAWITAN – Masyarakat Kabupaten Garut resah dengan beredar daging sapi beku impor di pasar tradisional di beberapa wilayah di Perkotaan Garut. Warga khawatir daging beku impor itu bisa mengganggu kesehatan jika dikonsumsi.

“Saya takut saja, daging beku ini tak sebaik daging yang segar. Apalagi daging ini didatangkan dari Australia sudah lama,” ujar Ayu Yuliawati (30) warga Kecamatan Samarang kepada wartawan, Kamis (27/8).

Baca juga : 5 Anak Pencabut Bendera di Garut Diamankan Polisi & Dikembalikan ke Orang Tuanya

Menurut dia, saat ini masyarakat Garut, khususnya ibu-ibu yang belanja ke pasar tradisional banyak yang awam terhadap perbedaan antara daging sapi lokal yang masih segar dengan daging sapi beku yang sudah tersimpan lama. “Kalau peredaran daging ini dibiarkan, ini bisa menjadi waswas masyarakat. Jadi harus ada tindakan,” ujarnya.

Selain meresahkan masyarakat, peredaran daging sapi beku impor juga meresahkan pedagang daging di pasar tradisional. Hal itu karena harga jual daging beku lebih murah dibanding daging segar. “Jelas kami khawatir, harga jual daging beku impor ini lebih murah 50 persen dibanding daging segar,” ujar Asep (40), pedagang daging di Pasar Guntur, Garut, kemarin.

Menurut dia, informasi peredaran daging sapi beku impor dari luar negeri sudah cukup lama didengarnya. Daging sapi beku itu dijual dengan harga sangat murah yakni Rp 40 ribu per kilogram atau hanya setengah harga dari daging sapi lokal yang berada dikisaran Rp 110 ribu per kilogram. “Jika ini dibiarkan, pasti akan sangat berdampak terhadap tingkat penjualan daging sapi lokal sehingga bisa menyebabkan kami gulung tikar,” ujar Asep.

Ia juga telah mendengar informasi jika salah satu gudang penyimpanan daging sapi beku berada di Kecamatan Karangpawitan. Ia meminta pemerintah bertindak tegas dengan menindak pelaku perdagangan daging sapi beku yang katanya ilegal tersebut.

Camat Karangpawitan Rena Sudrajat membenarkan di wilayahnya terdapat gudang penyimpanan daging sapi beku. Pihaknya telah menindaklanjuti hal itu bersama unsur Muspika lainnya yakni kapolsek dan danramil Karangpawitan dengan melaporkannya ke pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Garut beberapa waktu lalu. “Benar, kami telah mendapatkan informasi keberadaan gudang penyimpanan daging sapi beku di wilayah kami. Katanya dari Disperindag telah melakukan peninjuaan ke lokasi,” katanya.

Rena mengaku dari informasi yang didapatkannya, hingga saat ini gudang tersebut masih berjalan dan pihaknya akan kembali menanyakan tindak lanjut penanganannya dari dinas terkait.

Kapolsek Karangpawitan Kompol Oon Suhendar mengatakan keberadaan gudang penyimpanan daging beku di wilayah hukumnya sudah cukup lama dan hal itu telah disampaikan kepada dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti. “Kami juga sudah laporan ke dinas untuk ditindak lanjuti,” terangnya.

Kepala Disperindag Garut Gania membenarkan adanya peredaran daging sapi beku di wilayah Garut. Akan tetapi hal itu merupakan kejadian yang sudah cukup lama. Terkait adanya informasi peredaran kembali daging sapi beku, pihaknya masih harus melakukan pengecekan lapangan kembali.

Baca juga : Razia Masker di Garut, Pelanggar Bisa Didenda

“Bersama Dinas Peternakan dan Perikanan, kami akan melakukan pengecekan lapangan kembali terkait adanya informasi masih terjadinya perdaran daging sapi beku,” ucapnya.

Gania mengaku sudah menyampaikan surat permohonan informasi dan permohonan izin edar yang sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak pemilik gudang. Selain itu, pihaknya juga sudah menyampaikan surat permohonan ke Dinas Peternakan untuk melakukan langkah-langkah di lapangan sesuai fungsinya.

“Kami pun akan segera menugaskan UPT Karangpawitan dan Kadungora untuk melakukan langkah-langkah investigasi lapangan. Karena selain di Karangpawitan, kami juga mendengar informasi gudang yang sama juga ada di wilayah Kadungora bahkan katanya lebih besar lagi,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.