Peredaran Rokok Ilegal Menurun

194
0
Loading...

TASIK – Peredaran rokok ilegal di wilayah Priangan Timur terus menurun. Tahun ini persentase peredaran rokok ilegal sebanyak 7 persen. Angka ini menurun dari tahun lalu yang berada di angka 12 persen.

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya akan berusaha menekan peredaran rokok ilegal ini pada angka 3 persen.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya Noviandi mengatakan, terdapat lima tipe pelanggaran cukai rokok yang dilakukan industri rokok, atau lebih dikenal dengan modus rokok ilegal. Yaitu menggunakan pita cukai yang bukan haknya (salah personalisasi), pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya, pita cukai palsu, pita cukai bekas dan tanpa pita cukai (polos).

“Penurunan persentase rokok ilegal di pasaran mengindikasikan pengawasan yang efektif dalam mendorong kepatuhan pengguna jasa di bidang cukai,” ujar Noviandi saat talkshow Bincang Radar di Studio Radar Tasikmalaya TV Jumat (6/7).

Lanjutnya, Bea Cukai kian meningkatkan pengawasan cukai ilegal dari tahun ke tahun serta membuktikan kerja nyata dan sinergis dalam melindungi masyarakat dan industri cukai dalam negeri, serta pengamanan penerimaan negara melalui berbagai hasil

Loading...

penindakan terhadap pelanggaran cukai. “Maret 2018, Bea Cukai Tasikmalaya telah memusnahkan 400 ton tembakau ilegal dan 2.000 batang rokok illegal,” ujarnya.

Pihaknya akan terus bersinergi dengan masyarakat dan aparat penegak hukum lainnya untuk memberantas peredaran rokok ilegal. “Bea Cukai sangat membutuhkan informasi dan kerja sama dari masyarakat agar operasi penindakan barang kena cukai selanjutnya dapat berjalan dengan lancar. Laporkan rokok ilegal ke Kantor Bea Cukai,” imbaunya.

Noviandi menambahkan, pemberantasan rokok ilegal ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang bertujuan untuk melindungi lingkungan masyarakat dari peredaran barang berbahaya. “Saat ini ada tiga objek barang kena cukai yakni hasil tembakau, etil alkohol dan minuman yang mengandung etil alkohol,” ujarnya.

Ke depannya, sambung ia, objek barang kenai cukai ini akan bertambah. Diantaranya vape atau rokok elektrik dan plastik. “Namun kebijakannya masih digodok di pusat,” ujarnya.

Lanjutnya, selain fungsi pengawasan atau community protector, Bea Cukai juga memiliki peran sebagai revenue collector yakni memungut bea masuk dan bea keluar serta cukai secara

maksimal. Ada juga fungsi trade fasilitator atau memberi fasilitas perdagangan serta fungsi industrial assistance yakni melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri. (na/mg2)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.