Perekonomian Masih Ada Harapan Membaik

18
0

JAKARTA – Sejak awal 2018, pertumbuhan global mengalami penurunan. Kondisi ini dipicu perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Namun, seperti dilansir CNBC Internasional, pejabat Asia Pasifik di UBS Global Wealth Management Adrian Zuercher meyakini perekonomian dunia akan mengalami pertumbuhan.

Dia menyebut kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh sejumlah bank sentral di dunia sudah mulai terlihat pengaruhnya di tahun depan. “Perbaikan yang signifikan akan terjadi mulai pertengahan 2020, tepatnya di kuartal IV-2019,” katanya.

Dia juga meyakini Presiden Donald Trump akan mempertimbangkan kembali pencabutan tarif pada barang Cina. “Mungkin tarif Desember bisa dihilangkan. Itu akan baik untuk perbaikan ekonomi secara perlahan,” katanya.

Menanggapi optimisme tersebut, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan apabila perang dagang AS dan Cina mereda, maka ada harapan perekonomian Indonesia akan membaik di tahun depan. Namun, menurut Huda, pemerintah juga harus mewaspadai terhadap konflik-konflik lain yang akan terjadi di tahun depan.

“Konflik-konflik lain dan potensi konflik di tahun depan juga masih ada. Pemerintah harus mengindentifikasi konflik-konflik yang memungkinkan terjadi di tahun depan, sehingga bisa meminimalisir dampak negatifnya,” ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Jumat (6/12).

Huda mencontohkan, salah satunya dengan memperluas pangsa pasar dengan sejumlah negara lain. “Harus memperkuat hubungan mitra dagang dengan negara lain atau regional lainnya untuk memperluas pangsa pasar,” katanya.

Loading...

Sementara itu, Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan pemerintah jangan terlalalu senang dengan prediksi itu, sebab tidak tahu arah Donald Trump seperti apa. “Perang dagang masih dipenuhi ketidakpastian. Arah kebijakan Donald Trump tidak mudah ditebak,” kata Piter.

Seperti diketahui, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan global hanya sebesar 3 persen atau turun dari proyeksi sebelumnya di Juli 3,2 persen. Bahkan lebih parah lagi, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) ekonomi hanya tumbuh 2,9 persen di tahun ini. (din/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.