Perempuan Bisa Berbuat Lebih

25
0
Diskominfo Kota Tasikmalaya AKRAB. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat menyambut Tim Verifikasi P2WKSS yang dipimpin Hj Lina Marlina Ruzhan Kamis (21/11).

MANGKUBUMI – Pemkot Tasikmalaya mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan di tengah masyarakat. Sebagaimana salah satu program yang digulirkan yakni Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menyebut pembangunan pada hakikatnya ditujukan bagi seluruh penduduk tanpa membedakan jenis kelamin. Melalui P2WKS diharapkan hal itu dapat mewujud. “Program terpadu P2WKSS ini bertujuan untuk mewujudkan serta mengembangkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia dalam rangka pembangunan masyarakat,” ujarnya usai menerima kunjungan tim verifikasi akhir P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat di Kelurahan Karikil Kecamatan Ma ngkubumi, Kamis (21/11).

Menurutnya, dengan keterlibatan perempuan dalam pembangunan, bisa muncul warna tersendiri. Hal itu mengingat peran perempuan di dalam keluarga saja begitu penting dan strategis.

“Kami harap perempuan di Kota Tasikmalaya bisa lebih percaya diri, memiliki kemampuan dan peran aktif perempuan baik di lingkungan domestik maupun publik,” harap Budi.

Pada program P2WKSS, kata dia, terdapat beberapa program unggulan provinsi. Seperti Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita) juga program Ngabaso (Ngabring Ka Sakola). “Kita harap ini bisa berjalan baik sehingga mendongkrak kaum perempuan dalam membawa keluarga menuju sehat dan sejahtera,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Verifikasi Program P2WKSS, Hj Lina Marlina Ruzhan merinci berdasarkan data 2018, angka harapan hidup perempuan di Jawa Barat terbilang tinggi, yakni 74,62 tahun. “Artinya berada di atas angka harapan hidup laki-laki yang di angka 70,76 tahun. Alhamdulillah usianya lebih panjang katanya dari laki-laki,” ujarnya.

Perempuan, ka­ta dia, cen­derung lebih pe­duli urusan kese­hatan. Sakit sedikit biasa­nya lang­sung diperiksa ke dokter. Berbeda dengan laki-laki yang kadang agak mengabaikan urusan tersebut. “Nah biasanya, perempuan yang selalu ingatkan keluarga untuk men­jaga kese­hatan. Ini pen­ting dalam men­dorong per­wujudan P2WKSS,” kata Istri Wakil Guber­nur Jawa Barar H Uu Ruzhanul Ulum itu.

Dia berharap sederet program Pemprov Jawa Barat bisa mendongkrak capaian pendidikan perempuan. Di mana saat ini nyaris setengah daripada laki-laki di Jawa Barat. “Rata-rata setingkat kelas 2 SMP, yntuk laki-laki di Jawa Barat yakni hampir lulus SMP,” ujarnya.

“Termasuk penghasilan pun sama, rata-rata penghasilan laki-laki di Jawa Barat  Rp 15,62 juta, perempuan hanya setengahnya saja,” sambung Lina. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.