Perempuan Warga Parigi yang Postif Corona Sebelumnya Berkunjung ke Padaherang Pangandaran

204
0

PANGANDARAN – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran mengonfirmasi satu warganya yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani hasil swab test dan dirawat di RSUD Kota Banjar, Minggu (26/4).

Kemudian, gugus tugas juga mencatat ada penambahan tiga pasien PDP yang dirawat di RSUD Pandega Pangandaran.

Kemudian hasil swab test PDP meninggal dunia di RSUD Banjar pada Jumat (17/5) yaitu perempuan berusia 62 tahun warga Kecamatan Pangandaran dinyatakan negatif dari hasil laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jabar.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, saat ini sudah ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan dirawat RSUD Kota Banjar, itu dibuktikan setelah menjalani swab test.

“Pasien 01 terpapar virus corona tersebut perempuan berusia 50 tahun warga Kecamatan Parigi mempunyai riwayat sakit lumpuh atau stroke dan sebelumnya berkunjung ke putranya di salah satu desa Kecamatan Padaherang,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (26/4).

Baca Juga : Hasil Tes Swab Pasien PDP Corona di Pangandaran yang Meninggal Belum Kelluar

“Saya baru mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat hasil swab (Perempuan berusia 50 tahun warga Kecamatan Parigi, Red) yang saat ini sedang dirawat  RSUD Banjar. Karena pasien tersebut mengalami penurunan kesadaran akhirnya dilakukan swab dan dinyatakan positif,” katanya, menambahkan.

Menyikapi ini, lanjut dia, Tim Gugus Tugas Kabupaten Pangandaran gerak cepat dengan melakukan pendataan yang pernah kontak langsung dengan pasien positif, termasuk keluarganya akan dilakukan rapid test untuk memastikan apakah positif atau negatif.

“Saat ini kita sedang telusuri, apakah pernah kontak dengan orang zona merah atau tidak,” ujarnya.

Sedangkan, tiga orang dalam pemantauan (ODP) di RSUD Pandega Pangandaran meningkatkan statusnya menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).

“Tiga PDP di RSUD Pandega saat ini yang dua sudah di rapid test hasilnya negatif dan dokter menyarankan satu orang PDP mesti dilakukan swab karena terdapat tanda-tanda gejala (Covid-19, Red) sebab pernah kontak dengan menantunya yang dari zona merah,” katanya.

Jeje mengimbau warga Pangandaran jangan panik dan resah walau sudah ada satu orang positif Covid-19. Dalam ini justru menjadi pembelajaran untuk masyarakat dan pemerintah dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 dengan di rumah saja, jaga jarak fisik, cuci tangan pakai sabun dan pakai masker.

“Masyarakat jangan takut dan resah namun tetap waspada dan kembali melaksanakan DJCM Ok,” ujarnya, menjelaskan.

Selanjutnya, kata dia, para pemudik yang baru datang dan masyarakat Pangandaran mesti disiplin menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari, bagi yang berstatus ODP. Maka minta tolong kepada kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan relawan agar benar-benar mengawasi para pemudik tersebut.

“Saya mohon itu (posko isolasi mandiri untuk pemudik di desa, Red) dikencangkan kembali, kalau ada yang (ODP, Red) nakal mesti dikarantina  tempat khusus demi kebaikan semua pihak,” katanya.

Baca Juga : 19.183 Pemudik dari Zona Merah Masuk Pangandaran, Pemkab Tambah Posko Perbatasan

Jeje menegaskan fenomen ngabuburit untuk Ramadan kali ini karena sedang ada wabah Covid-19 tidak usah dilakukan. Oleh karena itu, ia mohon masyarakat mematuhi anjuran dari pemerintah yaitu di rumah saja.

“Fenomena ini tolong jangan dianggap sepele. Maka saya mengimbau kepada masyarakat sudah tidak usah ngabuburit mending di rumah saja  dengan menonton tv mendengarkan ceramah agama kan lebih bermanfaat,” katanya.

Sekertaris Dinas Kesehatan Yadi Sukmayadi SKep MMKes mengatakan, data masuk perkembangan Covid-19 Minggu (26/4) untuk ODP 503, selesai pemeriksaan 479 orang dan masih dalam pemantauan 24 orang. “Tambahan kasus baru 1 positif Covid-19,” ujarnya.

Marsono (72), suami dari PDP meninggal warga Kecamatan Pangandaran mengaku lega setelah mendapatkan hasil swab yang menyatakan istrinya negatif Covid-19.

“Alham­dulillah se­karang sudah tenang dan lega karena ada hasil swab dan di­nya­takan negatif,” ujarnya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.