Peretas Iseng Lebih Berbahaya

153
0

TAWANG – Kasus peretasan biasanya memiliki berbagai motif dari mulai finansial atau hanya sekadar iseng mengasah kemampuan. Peretas iseng dinilai lebih berbahaya karena targetnya acak dan berkelanjutan.

Kepala UPT TIK Universitas Siliwangi Muhammad Adi Khairul Anshary ST MT menyebutkan pada prinsipnya peretasan sama halnya dengan kejahatan lainnya yang meninggalkan jejak. Bedanya, jejak yang ditinggalkan berupa digital. “Kalau peretasan ya jejaknya IP Address,” ujar dia kepada Radar, Selasa (26/11).

Untuk mengungkapnya tentu tidak bisa dilakukan oleh orang yang awam dalam hal iptek. Karena diperlukan upaya pelacakan siapa saja yang masuk dalam sistem yang diretas. “Jadi mesin running text itu berarti terkoneksi dengan internet,” katanya.

Selain itu, pelacakan pun memerlukan waktu yang tidak bisa diprediksi. Pasalnya, peretas sangat memungkinkan orang yang sudah ahli untuk mengecoh proses pelacakan. “Juga tentunya harus oleh penegak hukum karena berkaitan dengan aturan provider yang dibatasi oleh UU Perlindungan Konsumen,” tutur dia.

Biasanya, peretasan dilakukan karena dua alasan umum yakni finansial atau sekadar iseng mencoba kemampuan untuk merusak sebuah data digital. Peretas iseng ini lebih berbahaya karena aksinya bisa terus berulang. “Setelah mesin running text, bisa jadi dia coca-coba lagi dengan objek digital,” ujar dia.

Dia cukup menyesalkan kemajuan tek­nologi digital di Kota Tasikmalaya tidak dibarengi peningkatan sumber daya manusia (SDM) memadai dan sistem pengamanannya. “Jadi teknologi 4.0 itu belum diimbangi oleh kemampuan pengamanannya,” ujarnya.

Peralatan digital sangat rawan diserang peretas terlebih saat ini semua orang menyimpan banyak data pribadi dalam smartphone. Selama alat itu terkoneksi internet, selalu ada ruang untuk disusupi peretas. “Seperti di jaringan WiFi tempat publik sangat rawan, makanya hindari penggunaan I-Banking dengan menggunakan koneksi WiFi publik,” kata dia.

Pengamanan data digital sangat pen­ting seiring perkembangan tek­no­logi. Maka dari itu, perusahaan-per­­usahaan besar biasanya su­dah me­miliki tim IT untuk melin­du­ngi data digital. “Tapi bu­daya di kita biasanya fokus saat pe­nanggulangan, minim sekali ka­lau upaya pencegahan,” tutur dia.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat di wilayah Jalan Perintis Kemerdekaan Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung dihebohkan dengan tulisan berbau porno pada running text LED di gerbang sekolah menengah kejuruan (SMK), Sabtu (23/11) sore. Tulisan berjalan itu diduga telah diretas oleh oknum tak bertanggung jawab.

Pada running text SMK yang berada di perempatan Padayungan itu masyarakat melihat tulisan berupa, “Sekolah Terus Mending Nonton Bokep di xnxx.com Hacked by Mr.Z IMr4ch13L”. Normalnya, teks berjalan itu bertulisan identitas SMK beserta nama-nama jurusan.

Maman (45) menyebutkan, para pedagang, pengendara dan warga di sekitar sekolah tersebut kaget melihat tulisan jorok pada papan tulisan berjalan itu. “Saya juga kaget saat lihat itu,” kata Maman, warga sekitar. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.