Performa Ekonomi Tak Sesuai Harapan

18
0

JAKARTA – Performa ekonomi RI pada kuartal pertama lalu tidak sesuai harapan. Namun, pemerintah tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun ini tercapai.

Belakangan, sejumlah indikator menunjukkan tren positif. Pemerintah yakin kinerja perekonomian pada kuartal kedua tahun ini meningkat sehingga target pertumbuhan 5,2 persen akan tercapai.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut panen raya sebagai salah satu indikator yang membuatnya optimistis mengenai pertumbuhan ekonomi. Tahun ini panen raya terjadi pada awal kuartal kedua. Sementara itu, tahun lalu panen raya terjadi pada kuartal pertama. “Arah pertumbuhan ekonomi akan baik pada kuartal kedua,” ujar pria 70 tahun itu kemarin (9/6).

Selain dampak positif Pemilu yang berjalan lancar, momen Ramadan dan Lebaran menjadi faktor penunjang tumbuhnya perekonomian. Sebab, pada Ramadan dan Lebaran, tingkat konsumsi masyarakat meningkat pesat. Bukan hanya pada lingkup korporat, melainkan juga rumah tangga. “Mungkin pengeluaran konsumtif kita tidak sebagus tahun lalu. Tapi, paling tidak kita bisa mengharapkan pengeluaran dari LNPRT (lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga) meski tidak banyak,” terang Darmin. Karena itu, pemerintah yakin perekonomian RI masih akan tumbuh.

Pendapat senada dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia optimistis laju pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal kedua lebih cepat. Sama seperti Darmin, dia menyebut Ramadan dan Lebaran sebagai salah satu faktor pendongkrak ekonomi domestik. Terutama dari sisi konsumsi rumah tangga. “Kami tentu berharap momen ini bisa dimanfaatkan,” katanya kepada wartawan di rumah dinasnya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, mudik kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Banyaknya tol terbukti mampu mengurai kemacetan yang biasanya menjadi problem utama saat mudik. Karena bebas macet, sebagian besar pemudik memilih jalur darat. Dampaknya, kota-kota tujuan mereka menjadi objek konsumsi masyarakat. “Spillover-nya (dampak) kepada ekonomi di setiap kota tujuan (pemudik),” jelas Ani. Puncak aktivitas konsumsi masyarakat itu, menurut dia, akan menimbulkan denyut ekonomi.

Namun, kinerja ekspor dan impor memang masih harus diperbaiki guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (vir/ken/ful)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.