Performa Mobil Damkar Tidak Maksimal

19
0
USAI PELANTIKAN. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran Hj Ida Nurlela usai pelantikan pengurus PMI periode 2019-2024 Jumat (28/6). DENI NURDIANSAH / RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Saat ini Kabupaten Pangandaran hanya memiliki dua unit mobil Pemadam Kebarakan (Damkar). Di saat yang sama, Pangandaran memiliki cakupan wilayah luas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan dua unit mobil Damkar tersebut harus meng-cover 10 Kecamatan di Pangandaran.

”Yang satu untuk mengakut air, yang satunya lagi untuk memadamkan api. Cuma itu saja,” ujarnya kepada Radar saat ditemui di kantornya Jumat (28/6).

Sementara itu anggaran pemeliharan untuk kedua mobil itu, kata dia, sangatlah minim. Ia menyebutkan anggaran perawatan dua mobil itu hanya sampai puluhan juta untuk satu tahun.

”Jadi service juga tidak tiap bulan, tapi situasional saja. Paling yang ruting itu cuma ganti oli saja,” ujarnya.

Akibatnya performa dua mobil Damkar itu tidak bisa maksimal. Terutama dalam hal kecepatan. Rotatornya pun mati.

”Dalam aturannya sendiri, petugas Damkar itu harus sampai 15 menit ke lokasi kejadian, sementara kondisi mobil seperti itu,” ujarnya mengeluhkan.

Idealnya Kabupaten Pangandaran, kata dia, memiliki lima unit Damkar. Itu bila dihitung dari jumlah kecamatan saat ini. ”Jadi satu unit Damkar bisa menangani tiga kecamatan. Sementara yang satunya lagi disimpan di kantor BPBD,” jelasnya.

Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari juga mengatakan bahwa tahun 2020, pihaknya akan melakukan pengadaan satu unit mobil Damkar. ”Memang belum mencukupi, tapi bisa pengadaan itu bisa bertahap,” kata dia menjelaskan. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.