Pergerakan Tanah di Indragiri Ciamis Pernah Terjadi Tahun 1970

68
0
PERGERAKAN TANAH. Warga Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan saat memeriksa rumahnya yang rusak akibat pergerakan tanah, Selasa (5/1).
Loading...

CIAMIS – Pergerakan tanah di Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan pernah terjadi sekitar tahun 1970. Kemudian, pada 2021 tanah di dusun tersebut kembali bergerak. Efeknya, sampai Selasa (5/1) sebanyak 22 rumah dan satu bangunan masjid rusak. Bangunannya retak-retak.

Kepala Dusun Cilimus Ana Rusliana mengatakan, memang pada sekitar tahun 1970 sempat di Dusun Cilimus mengalami pergerakan tanah. Saat itu ada dua rumah rusak dan mengungsi. Kini rumah tersebut telah dibongkar.

“Nah berjalan waktu rumah tambah banyak di lokasi Cilimus, hingga terjadi lagi tahun 2021 ini pergerakan tanah dan total sampai hari ini ada 23 bangunan. Rumah 22 dan masjid kena, bahkan jalan dusun, kabupaten juga kena,” ujarnya kepada Radar, Selasa siang (5/1).

Di Cilimus, kata Ana, diperkirakan ada 240 rumah dan 270 kepala keluarga (KK) dengan 830 jiwa.

Saat ini, 22 keluarga mengungsi ke rumah saudaranya sebagian dam sebagian lagi diungsikan ke rumah kosong sekitar lima orang pengungsi. “Yang diungsikan juga ada lima orang yang punya bayi,” kata dia menjelaskan.

Baca juga : Jembatan & Rumah di Desa Margaharja Ciamis Disapu Longsor

Ana menyampaikan, memang setiap hari ada pergerakan tanah. Bahkan lebaran dinding rumah yang retak mencapai 10 cm. Sementara tanah juga anjlok atau sampai 30 cm. Sementara panjang pergeseran tanah kini mencapai 129 meter.

“Upaya sekarang kami ronda terus, bahkan buka posko di balai dusun untuk pusat informasi kalau ada apa-apa warga bisa lapor,” ujarnya.

Pihaknya sejauh ini memang belum sampai meminta atau bikin dapur umum, karena warga ngungsinya juga bukan di tenda dan di rumah-rumah. “Namun upaya kita sekarang membangun pusat informasi dulu,” ujarnya.

Maman (40), warga yang rumahnya mengalami pergerakan tanah mengatakan, pergerakan tanah mulai terjadi Jumat malam (1/1) atau setelah salat Isya. Awalnya, dinding rumah dan lantainya mengalami retakan kecil. Kemudian Sabtu tengah malam, terjadi retakan yang cukup besar.

“Suara keramik pecah. Bunyinya keras,” ujarnya. Dia saat itu takut. Ternyata tetangganya juga sama. Makanya pada Sabtu pagi tetangga lainnya mengosongkan rumah. Mereka sementara tinggal di rumah kerabat dan sebagian mengungsi ke bale dusun.

“Memang sebelum kejadian ini hujan lebat dulu beberapa hari ke belakang,” ujarnya. “Dulu pernah terjadi beberapa tahun ke belakang (pergerakan tanah) namun tidak seperah yang saya rasakan sekarang, “ kata dia.

Maman dan keluarga sekarang mengungsi di rumah saudara. Sementara barang-barang juga mulai bertahap dibawa karena takut rumahnya ambruk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Memet Hikmat menjelaskan, pihaknya telah melakukan assessment ke lokasi pergerakan tanah di Panawangan.

Totalnya ada 23 bangunan rusak. Rincianya, rumah 22 dan masjid 1.
Untuk sekarang masyarakat mengungsi ke rumah saudaranya serta ke rumah kosong, sehingga aman.

“Mengenai kebutuhan selimut, matras dan logistik mereka dibantu,” ujarnya.

Bagaimana dengan dapur umum? “Jadi belum membuka dapur umum mengingat masyarakat juga sekarang tinggal di rumah saudaranya, upaya sekarang kami memonitor terus mengenai pergerakan tanah tersebut,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.