Pergerakan Tanah di Karyamekar Garut Terus Terjadi

33
0
Loading...

CILAWU – Anggota DPRD Kabupaten Garut Yudha Pudja Turnawan meminta Bupati Garut H Rudy Gunawan segera menetapkan status tanggap darurat di lokasi longsor Desa Karyamekar Kecamatan Cilawu.

“Dengan status itu (tanggap darurat), dana BTT sebesar Rp 75 miliar yang ada di APBD 2021 bisa dipakai untuk kepentingan penanganan bencana. Saya dorong bupati untuk segera menetapkan status itu,” ujar Yudha di lokasi pengungsian korban longsor Cilawu, Senin (15/2/2021).

Kata dia, bupati mempunyai kewenangan menetapkan status tersebut. “Tanggap darurat itu tidak harus menunggu ada korban bencana. Apalagi luasan longsor sangat besar, hampir tiga hektare yang berada di dua RW,” katanya.

Untuk penanganan cepat, Yudha menyebut dana BTT bisa digunakan. Jika harus menunggu anggaran dari APBD Garut, maka membutuhkan waktu lama. “Kalau menunggu pergeseran anggaran jadi lama penanganannya. Padahal BTT itu alokasinya digunakan untuk bencana alam dan sosial,” ujarnya.

Yudha meminta penanganan bencana longsor di Cilawu jangan seperti bencana pergerakan tanah di Desa Girimukti Kecamatan Singajaya beberapa waktu lalu.

loading...

“Di Girimukti itu tidak ditetapkan tanggap darurat. Kantor desa jadi terbengkalai karena penanganannya lama. Di sini (Cilawu) jangan sampai terulang. Walau tidak ada korban, tapi kan pergerakan tanahnya masih terjadi,” ujarnya.

Baca juga : Longsor, Ratusan Warga Karyamekar Garut Ngungsi

Kepala Desa Karyamekar Sonjaya menuturkan akibat longsor, sebanyak 25 rumah masuk zona merah. Serta ada 20 rumah masuk zona kuning. “Sekarang 156 jiwa sudah diungsikan yang dipusatkan di bangunan SDN Karyamekar 2,” ujarnya. Sonjaya mengimbau warga tidak kembali ke rumahnya karena sampai kini masih terjadi pergerakan tanah yang berpotensi longsor susulan.

Camat Cilawu Mekarwati menyebut hingga kini masih terjadi pergerakan. Lokasi longsor masih belum aman. “Di awal itu sepanjang longsor itu 500 meter dengan kedalaman 50 meter dan sekarang terus melebar,” katanya.

Ia menyebut ada sekitar tiga hektare lahan yang tertimbun longsor. Pihaknya mencatat ada 45 rumah dengan jumlah 58 kepala keluarga (KK) yang berada di zona merah.

“Ke depannya kami ajukan relokasi karena masih terjadi pergerakan tanah. Sekarang juga terus melebar ke pinggir. Panjang tetap 500 meter, cuma pergerakan terus mendekati perumahan,” terangnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.