Pergerakan Tanah di Talegong Garut Terus Terjadi, Makin Banyak Rumah yang Rusak

86
0
MEMANTAU. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut Yudha Pudja Turnawan memantau lokasi longsor di Kecamatan Talegong, kemarin.

TALEGONG – Jumlah rumah yang rusak akibat longsor di Desa Sukamulya Kecamatan Talegong terus bertambah. Saat ini total yang rusak akibat longsor mencapai 18 rumah.

“Awalnya 15 rumah yang rusak dan 40 lainnya terancam longsor. Tetapi setelah didata kembali ada 18 rumah tertimbun dan 55 rumah lainnya terdampak,” ujar Camat Talegong Frederico saat dihubungi, Jumat (4/12).

Ricko –sapaan Frederico- mengatakan warga yang rumahnya rusak maupun terdampak sekarang masih mengungsi di gedung SMPN 1 Talegong. Sebab, masih terjadi pergerakan tanah di wilayah tersebut.

“Total korban yang mengungsi itu ada 73 KK (kepala keluarga). 39 KK atau 120 jiwa warga mengungsi di SMPN 1 Talegong, sisanya mengungsi di rumah tetangga atau kerabatnya yang dianggap aman,” ujarnya.

Baca juga : Korban Longsor Kampung Sawah Garut Akan Direlokasi

Rico belum bisa memastikan hingga kapan warga terdampak longsor akan mengungsi. Pihak kecamatan masih akan terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut.

“Karena itu perlu adanya penelitian dari BPBD dan Badan Geologi untuk memeriksa karakter tanah di wilayah itu,” terangnya.

Menurut dia, rumah warga di lokasi terdampak longsor sudah tak mungkin lagi ditinggali, baik rumah yang tertimbun maupun yang terancam. Ia menilai warga yang terdampak longsor harus direlokasi ke tempat yang aman.

Sebab, pergerakan tanah yang terus terjadi membuat kontur tanah semakin miring. Dikhawatirkan, jika warga kembali ke rumahnya sewaktu-waktu dapat kembali terjadi bencana tanah longsor.

Untuk kebutuhan pengungsi, Rico mengatakan bantuan dari para donatur masih terus berdatangan, baik berupa pakaian, makanan, dan obat-obatan. “Jadi Insya Allah bisa kita atasi untuk kebutuhan pengungsi. Sementara kebutuhan masih aman,” ujarnya.

Jalan Provinsi Sudah Dapat Dilalui
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Daris Hilman mengatakan longsor yang terjadi pada Kamis (3/12) pagi di Kecamatan Talegong selain merusak rumah juga menutup jalan provinsi.

Tetapi saat ini akses jalan provinsi penghubung Pangalengan-Rancabuaya itu sudah bisa dilalui kendaraan.

“Jalan provinsi itu telah bisa dilalui. Namun kendaraan belum dapat sepenuhnya melintas dengan normal. Masih buka-tutup,” katanya.

Ia mengingatkan pengguna jalan selalu berhati-hati. Sebab, kondisi jalan sebagian masih tertutup lumpur dan air, sehingga dinilai membahayakan para pengguna jalan.

Terkait penerapan protokol kesehatan di lokasi pengungsian, Daris mengatakan sudah membagikan sebanyak 200 masker untuk para pengungsi. “Kita juga terus sosialisasi kepada pengungsi terkait protokol kesehatan,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.