Pergeseran Tanah di Cibalong Tasik Hancurkan Gedung SD

229
0
RETAK. Bangunan rumah warga dan SD di Kampung Babakan Jeruk Desa Singajaya Kecamatan Cibalong retak akibat pergeseran tanah, Senin (8/2/2021).
Loading...

CIBALONG – Bencana alam pergeseran tanah terjadi di Kampung Babakan Jeruk Desa Singajaya Kecamatan Cibalong yang berdampak terhadap rusaknya sekolah, jalan dan rumah warga, Senin (8/2/2021).

Ketua Forum Komunikasi (FK) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya menjelaskan, pergeseran tanah ini menyebabkan tiga rumah warga retak dan merusak empat ruang kelas SDN Babakan Jeruk dan ruas jalan penghubung antar kecamatan.

Pergeseran tanah dipicu intensitas hujan sedang dan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

“Termasuk merusak empat kolam ikan milik warga,” ujarnya, menjelaskan.

Kerusakan akibat pergeseran tanah ini, jelas dia, secara kasat mata terlihat di beberapa bangunan rumah warga.

loading...

Seperti dinding yang terbelah dan mengelupasnya lantai-lantai di beberapa bangunan.

“Hasil pantauan Tagana, ada retakan baik di rumah warga, kebun dan kolam. Kita sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas DPU-TRPP,” ujarnya, menjelaskan.

Lanjut dia, saat ini warga yang rumahnya dalam kondisi rusak diungsikan ke saudara yang jauh dari lokasi bencana.

Karena kalau masih di sekitar sini dikhawatirkan bencana ini semakin meluas yang bisa membahayakan masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin menambahkan, Kecamatan Cibalong termasuk wilayah yang rawan pergeseran tanah dan longsor.

Karena wilayah tersebut berbukit-bukit dan permukaan tanahnya labil.

“Kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan relawan kami dari BPBD di lapangan diminta untuk tetap siaga akan adanya bencana pergeseran tanah susulan,” katanya.

Dia menambahkan, kejadian bencana pergeseran tanah di Kampung Babakan Jeruk Desa Singajaya Kecamatan Cibalong sudah dilaporkan ke Badan Geologi untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Petugas BPBD sudah di lokasi, meninjau langsung bersama unsur muspika dan Tagana. Hasil pemantauannya sudah kita laporkan ke Badan Geologi untuk dikaji,” jelasnya.

Pergeseran tanah yang akan diteliti oleh Badan Geologi ini untuk menentukan langkah-langkah ke depan.

Jika membahayakan, tentunya akan dilakukan relokasi warga.

Nanti hasil penelitian akan menjadi acuan pemerintah daerah mengambil keputusan.

“Jika kerusakannya parah maka akan dilakukan relokasi rumah, terutama bagi mereka yang terancam,” terang dia.

Camat Cibalong Azis Amin mengungkapkan untuk sementara waktu, ruas jalan yang menghubungkan Cibalong-Parungponteng tidak bisa dilalui kendaraan berat. Karena dikhawatirkan akan terjadi amblas.

“Kami lakukan tanggap darurat dan sementara ruas jalan tidak bisa dilalui kendaraan berat karena khawatir semakin amblas dan membahayakan,” ujarnya. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.