Gagal Memenuhi Ekspektasi Pedagang Pasar Pancasila

Perindag Kota Tasik Harusnya Punya Malu

319
0
PERLU PERBAIKAN. Suasana di Pasar Pancasila, Jumat (25/5). Para pedagang menolak revitalisasi pasar ini karena tidak dilakukan ke seluruh kios. foto; firgiawan / radar tasikmalaya
Loading...

TASIK – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya harus introspeksi diri, karena dinilai gagal memenuhi ekspektasi para pedagang Pasar Pancasila. Perindag tak mampu mencari tambahan anggaran untuk merevitalisasi seluruh kios.

Wakil Ketua Himpunan Pedagang Pasar Pancasila H Daris Mudarisin mengatakan, Perindag seharusnya tak berhenti mencari tambahan anggaran setelah Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 6 miliar ditolak pedagang.

Pasalnya, dana tersebut tak cukup untuk memperbaiki seluruh kios yang ada. “Kalau tak bisa, harusnya malu dong,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Jumat (25/5).

Dia meminta pemerintah kota (pemkot) tidak tinggal diam dalam menyejahterakan para pedagang Pasar Pancasila. Maka dari itu, pembangunan pasar ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh agar bisa bersaing dengan pasar modern yang kian menjamur.

“Rencananya kan Pasar Pancasila itu akan dijadikan ikon pasar tradisional dengan suasana modern,” katanya.

Loading...

Kemarin, kata dia, para pedagang juga sudah berdiskusi mengenai perbaikan pasar.

Bahkan, ada rencana pedagang akan gotong royong mengumpulkan dana sendiri untuk memperbaiki pasar. “Selain dari pedagang kita harapkan juga ada donatur dari luar,” terangnya.

Kota Tasikmalaya, kata dia, terbilang lebih maju dari daerah sekitarnya. Maka, seharusnya keberadaan pasar juga harus lebih berkembang. Termasuk Pasar Pancasila. “Sekitar tahun 2014 pernah ada rencana untuk dibangun jadi tiga tingkat. Tapi anggarannya belum ada,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung Pasar Pancasila Iis Widiawati (37) mengatakan di beberapa ruas koridor pasar, lantai sudah tidak lagi rapi. Terkelupas dan tidak beraturan.

“Apalagi kalau hujan, ada saja atap yang bocor. Kita ya tidak nyaman kalau tidak terpaksa mungkin belanja di tempat lain saja,” jelasnya.

Pengunjung Lengkong Kecamatan Tawang Kusmini (50) menuturkan hal serupa. Pasar yang terbilang dekat dari rumahnya ini menjadi lokasi alternatif untuk berbelanja.

“Kalau sekalian jalan-jalan ya mending di mal. Karena dekat saja berbelanja sayur dan barang tertentu baru ke pasar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan selain waswas dengan kondisi bangunan, kesan kumuh dan kurang bersih menjadi alasan dirinya tidak rutin belanja di Pasar Pancasila.

“Kalau nyaman dan aman ya tentu pengunjung juga tidak ragu belanja apalagi dekat. Daripada masuk ke bangunan pasar terkadang lebih memilih belanja di jongko-jongko depan pasar saja (Lapak PKL Pasar Pancasila, Red),” terangnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya H M Firmansyah tidak merespons.

(rga/igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.