Periode Paling Buruk United

14
Ole Gunnar Solskjaer

MANCHESTER – Awal dipegang Ole Gunnar Solskjaer, Manchester United tampil luar biasa. Mereka mencatat 9 kemenangan beruntun. Sebuah rekor yang cukup fantastis.

Namun sayang, belakangan ini performa United terus mengalami penurunan. Solskjaer dan kawan-kawan mengalami 5 kali kekalahan beruntun. Akibatnya, Setan Merah harus teronggok di posisi 6 klasemen sementara.

Mereka terancam gagal berlaga di Liga Champions musim depan. Arsenal dan Chelsea kini lebih berpeluang finish di posisi 4 dibandingkan klub kebanggaan masyarakat Manchester itu. Terakhir, United digelontor 4 gol tanpa balas saat melawat ke markas Everton di Goodison Park, Liverpool, Minggu malam (21/4) WIB.

Mantan pemain generasi emas United Gary Neville berpendapat, tidak ada satu pun di dalam tubuh tim United, termasuk Solskjaer, yang mampu menyelamatkan tim itu dari keterpurukan saat ini.

Menurut eks kapten Manchester United itu, ada yang salah secara mendasar, dari United yang ada sekarang ini, sesuatu yang mustahil untuk diperbaiki. “Saya mungkin saja salah dengan mengatakan ini. Namun buktinya jelas terlihat, bahwa secara fundamental, ada yang salah dengan tim ini,” kata Gary Neville seperti dikutip Sky Sports.

United telah menderita lima kekalahan dari delapan laga terakhir mereka. Dan kekalahan di Goodison Park adalah penampilan terburuk United semenjak pengangkatan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer tetap tim.

Lima kekalahan beruntun di laga tandang, belum pernah terjadi dalam sejarah United pada era kepelatihan Sir Alex Ferguson. Begitu juga dengan era David Moyes, Louis van Gaal, bahkan pada era Jose Mourinho.

Namun, rekor buruk itu terjadi pada masa Ole Gunnar Solksjaer. Ya, bersama manajer asal Norwegia tersebut, United telah menelan lima kekalahan tandang beruntun. Mengulang apa yang pernah dicapai Setan Merah pada tahun 1981, 38 tahun silam. Pada tahun 1981, United dilatih oleh Dev Sexton.

Catatan buruk Manchester United tidak sampai di situ saja. Pada musim 2018/19 ini, Chris Smalling dan kolega juga menorehkan tinta hitam dalam sejarah panjang Manchester United. Sebuah rekor buruk di lini pertahanan.

Hingga pekan ke-35 Premier League musim 2018/19, Manchester United sudah kebobolan 48 gol. Jumlah ini jadi yang paling banyak jika dibanding dengan jumlah kebobolan United dalam satu musim sejak tahun 1978.

Jumlah kebobolan tersebut tentu saja masih bisa bertambah lebih banyak. Sebab, Paul Pogba dan kawan-kawan masih belum menyelesaikan semua laga Premier League musim 2018/19. Masih ada empat pertandingan, termasuk melawan Manchester City dan Chelsea. (ruf/fin/wsa)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.