Siswa Siap Kerja dengan Program Teaching Factory

Periwatas Bangun Miniatur Toserba

186
0
SALAM SMK. Wakil Kepala SMK Periwatas Tasikmalaya Bidang Humas Jajang Heryana (kiri) bersama rekan guru Yane, Desi dan Aris foto bersama usai Talkshow Bincang Radar di Studio Radar TV Selasa (25/6). Lisna Wati / Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – SMK Periwatas Tasikmalaya di Jalan Jendral Ahmad Yani No 118 Kota Tasikmalaya akan membangun miniatur Toserba Asia di lingkungan sekolah. Hal ini sebagai implementasi program teaching factory  (Tefa) untuk jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP).

Wakil Kepala SMK Periwatas Tasikmalaya Bidang Humas Jajang Heryana menjelaskan pembelajaran teaching factory adalah model pembelajaran berbasis produksi atau jasa yang mengacu pada standar prosedur yang berlaku di industri, dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.

“Pelaksanaan teaching factory menuntut keterlibatan mutlak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK,” ujar Jajang saat Talkshow Bincang Radar di Studio Radar TV Selasa (25/6).

Untuk itu, sambungnya, SMK Periwatas sudah melakukan MoU atau kerja sama dengan dunia industri, termasuk dengan Toserba Asia Cihideung Tasikmalaya. “Di tahun ajaran baru nanti, kita akan membuka miniatur Toserba Asia sebagai sarana pembelajaran bagi siswa, khususnya siswa jurusan BDP,” katanya.

Pada pelaksanaannya, miniatur Toserba Asia ini akan dikelola oleh siswa BDP. “Mereka akan berperan menjadi pramuniaga, kasir, bagian administrasi, customer service hingga satpam. Sehingga siswa belajar secara langsung bagaimana pekerjaan di dunia ritel,” katanya.

Adanya miniatur toserba ini sebagai media pembelajaran praktik bagi siswa SMK Periwatas sehingga ketika lulus sudah siap terjun ke dunia kerja dengan hard skill dan soft skill yang dimiliki. “Pihak sekolah pun menyambut antusias program miniatur toserba ini. Saat ini sudah tahap pembangunan sehingga pada awal tahun ajaran 2019/2020 bisa beroperasi,” ujarnya.

Ia optimis, adanya miniatur toserba ini bisa menambah keterampilan dan skill siswa di bidang perdagangan dan pemasaran. “Kami bangga karena sebelum lulus pun siswa kami sudah banyak yang belajar berjualan baik online maupun offline. Jadi saat jam istirahat banyak siswa dari jurusan BDP ini yang berjualan,” ujarnya.

Loading...

Ia mengatakan, SMK Periwatas yang terakreditasi A ini memang identik dengan lulusan yang mahir bekerja di industri dan berwirausaha hal ini sesuai dengan arti dari nama Periwatas yakni Perikatan Warung-warung Tasikmalaya.

“Persentase lulusan kami yakni 60 persen bekerja, 30 persen wirausaha dan 10 persen melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan SMK,” katanya.

Jajang menambahkan, program tefa ini diterapkan juga untuk jurusan lainnya yakni Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, Akuntasi dan Keuangan Lembaga, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

Dengan program Tefa, sambungnya, bisa menumbuhkan kreativitas siswa melalui learning by doing serta memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan wirausaha. (na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.